Elektabilitas Naik, SDI Prediksi Nurdin-Azis Menangi Pilgub Sulsel

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Halid dan Azis Kahar Mudzakar

Jakarta, PONTAS.ID – Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid dan Azis Kahar Mudzakar (Nurdin-Azis) meningkat signifikan. Pasangan ini pun diprediksi memenangkan pemilihan gubernur Sulawesi Selatan pada Pilkada Serentak 2018 mendatang.

“Elektabilitas Nurdin-Azis mengalami tren kenaikan, meskipun masih kalah dari elektabilitas pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar,” ujar Direktur Lembaga Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah Pattimahu dalam diskusi bertema ‘Peta Kekuatan Capres di Kandang Golkar dan Potret Pilkada Sulsel’ di kantor SDI, Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Barkah mengatakan, perkiraan tersebut merujuk hasil survei terbaru dari SDI di 21 Kabupaten dan 3 kota di Sulsel sejak 14 hingga 20 Februari 2018. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah 1.000 responden. Margin of Error sebesar 3,16 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Elektabilitas mereka mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan tiga pasangan lain,” beber Barkah.

Dari hasil survei SDI, lanjut Barkah, elektabilitas Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar berada di angka 27,50 persen, disusul Nurdin-Azis 24,80 persen, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman 21,20 persen, dan Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo 8,9 persen dengan suara yang belum memutuskan sebesar 17,60 persen.

Salah satu yang menarik, lanjut Barkah, elektabilitas Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang sebelumnya jauh di atas semua pasangan, kini mengalami penurunan dibandingkan hasil survei SDI pada Desember 2017.

Ketika itu elektabilitas keduanya mencapai 30,30 persen. Hal ini justru berbeda dengan hasil yang diraih oleh Nurdin-Azis yang dalam survei sebelumnya hanya 22,30 persen dan kini naik menjadi 24,80 persen.

“Sementara, pasangan lainnya, elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mengalami sedikit kenaikan dari 20 persen pada Desember menjadi 21,20 persen dan elektabilitas pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanri Bali Lamo relatif stabil,” terang dia.

Politik Dinasti
Menurut Barkah, turunnya elektabilitas Yasin Limpo-Andi Mudzakkar karena ada penolakan publik atas politik kekerabatan atau dinasti di Sulsel. Seperti diketahui, Ichsan Yasin Limpo merupakan adik dari petahana Syahrul Yasin Limpo.

“Berdasarkan hasil survei, lebih dari separuh atau 62,29 persen responden tidak menyetujui adanya politik dinasti di Sulsel, hanya 23,4 persen yang setuju. Hal ini bisa jadi penyebab menurunnya elektabilitas pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa mayoritas pemilih di Sulsel adalah pemilih rasional sebanyak 50,60 persen, kemudian disusul pemilih sosiologis 26,40 persen, dan pemilih psikologis 19,20 persen.

Dari hasil survei, kata dia, pemilih rasional yang memilih Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar sebanyak 45,84 persen dari 27,50 persen pemilih keduanya.

Ditambahkan Barkah, peluang Nurdin-Azis juga besar karena pemilih Sulsel menginginkan pemimpin dari latar belakang pengusaha dan tokoh agama, “Pasangan Nurdin Halid dan Azis Kahar Mudzakar berasal dari dua latar belakang yang diinginkan oleh pemilih Sulsel,” katanya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleBeberapa Cara Perhatian yang Dilakukan oleh Wanita Saat PDKT
Next articleWilayah Jaksel dan Jaktim Bakal Dilanda Hujan