Padang, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo kembali mendorong peran pers dalam menyebarkan fakta dan informasi yang benar. Sebab di era teknologi digital saat ini masyarakat kerap dibanjiri informasi termasuk informasi yang tidak akurat.
“Saya percaya bahwa di era melimpahnya informasi dan melimpahnya misinformasi, justru pers makin diperlukan,” kata Presiden dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018).
Presiden menjelaskan, media massa diperlukan untuk menyebarkan kebenaran dan fakta di tengah persaingan saluran informasi, dan penyebaran cepat informasi melalui media sosial.
Tak hanya itu, Presiden juga menambahkan media massa diperlukan untuk membangun kehidupan peradaban dan kebudayaan baru dalam masyarakat.
Di era industri 4.0 yang memanfaatkan teknologi digital dan kekuatan komputasi serta analisis data, pers bisa menyebarkan hasil inovasi baru ke masyarakat, imbuh Presiden.
“Era yang menghasilkan banyak inovasi yang harus segera kita pahami, jika kita tidak ingin ditinggalkan,” kata Presiden.
Revitalisasi Rumah Gadang
Dalam acara ini, Presiden Joko Widodo sekaligus mencanangkan revitalisasi total kawasan 1.000 rumah gadang di Kabupaten Solok Selatan.
“Nanti revitalisasi ini sekaligus merupakan prototipe untuk rumah gadang yang ada di Sumatera Barat khususnya, juga diseluruh pelosok Tanah Air,” kata Presiden.
Presiden mengaku dirinya juga melihat keindahan alam Desa Paringan, Kabupaten Tanah Datar, merupakan salah satu potensi industri pariwisata di Sumatera Barat.
“Sekalian saya tugaskan, selain yang ada di Solok Selatan, di desa yang tadi pagi untuk bisa diselesaikan tahun ini. Landscape, restorasi rumah-rumah yang ada, sehingga akan menambah cantik rumah ada yang ada di Solok Selatan maupun Paringan tadi,” katanya.
Presiden tak lupa menceritakan kekagumannya pada keindahan rumah gadang saat dia pertama kali melihatnya di Solok Selatan tahun 1983.
“Jadi saya ingat betul waktu naik Kerinci, lewat Solok Selatan, kekaguman saya akan rumah tradisi, rumah adat yang sangat cantik dan indah sekali,” kata Presiden, yang pagi ini mengunjungi Desa Terindah di Tanah Datar.
Selama di Padang, Presiden juga shalat Jumat di Masjid Raya Sumatera Barat sebelum mengunjungi Universitas Negeri Padang untuk bersilaturahim dengan para akademisi.
Museum Adinegoro
Sebelumnya, pada Kamis (8/2/2018), Presiden telah menyerahkan sertifikat tanah kepada ahli waris dari tokoh pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro untuk pembangunan “Museum Adinegoro”, yang akan menyimpan pelajaran dan nilai-nilai jurnalistik Adinegoro.
Acara peringatan Hari Pers Nasional antara lain dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian
Pemimpin media massa seperti Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat, Pemimpin Redaksi RCTI Atika Suri, dan Pemimpin Redaksi Metro TV Donbosco Selamun, serta Ketua PWI Pusat Margiono, yang sekaligus penanggung jawab HPN 2018, juga hadir.
Selain itu, hadir pula duta besar dari Kazakhstan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Iran, Kuba, Ceko, Laos, Yunani, Italia, Mesir, Arab Saudi, Kolombia, Myanmar, Austria, Jepang dan Amerika Serikat.
Penulis: Hendrik JS




























