Jakarta, PONTAS.ID – PT Pertamina (Persero) ditugaskan menyediakan, mendistribusikan, serta memasang 25.000 paket LPG 3 Kg (Liquified Petroleum Gas) untuk nelayan kecil pemilik kapal perikanan di 18 wilayah sepanjang tahun 2018 ini. Penugasan ini berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018
“Ke-18 wilayah itu adalah Provinsi Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan,” bunyi siaran pers Kementerian ESDM, yang disadur PONTAS.id, Senin (5/2/2018).
Menurut siaran pers itu, pembagian paket konverter kit ini terdiri atas beberapa komponen, yaitu pipa penyalur (selang), pengatur (regulator), pencampur (mixer/injector) dan alat pendukungnya, tabung LPG, LPG, as panjang, serta baling-baling beserta alat kelengkapannya.
“Pendistribusian paket konverter kit LPG 3 kg oleh Pertamina ini dilaksanakan dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2018,” jelas Kementerian ESDM dalam siaran pers tersebut.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Pertamina diminta untuk memberikan laporan kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi secara tertulis setiap 3 (tiga) bulan sekali terkait progress penugasan tersebut.
Sanksi Tegas
Dalam aturan tersebut dinyatakan pula bahwa dalam hal diperlukan, Dirjen Migas dapat melakukan penyesuaian wilayah penugasan dan jumlah paket perdana berdasarkan hasil verifikasi calon penerima paket perdana.
“Perubahan wilayah penugasan dan jumlah paket perdana ini dapat dilakukan dengan ketentuan tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan,” lanjut siaran pers itu.
Dalam siaran pers tersebut, juga ditegaskan apabila Pertamina tidak dapat melaksanakan penugasan tersebut, perusahaan plat merah itu dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sebagai informasi program pembagian konverter kit untuk nelayan ini telah dimulai pada tahun 2016. Telah dibagikan 5.473 unit konverter kit pada 2016 dan 17.081 unit di tahun 2017.
Penggunaan LPG 3 kg sebagai bahan bakar ini telah berhasil mengurangi biaya operasional nelayan sebesar Rp30.000 hingga Rp50.000 per harinya. Selain itu, dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM, lebih aman, serta membantu ekonomi nelayan.
Editor: Hendrik JS




























