Kapal Pencuri Ditenggelamkan, Ikan Indonesia Melimpah

Penenggelaman kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia

Natuna, PONTAS.ID – Meski belum sepenuhnya hilang, aksi pencurian ikan oleh kapal nelayan milik asing di perairan Indonesia sudah jauh berkurang. Hal ini tak lepas dari tindakan penenggelaman kapal memberikan efek jera bagi pencuri ikan.

“Pasti masih ada yang nekat, namanya orang cari makan kan, mereka akan selalu berusaha barangkali kita lengah,” katanya Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP), Sjarif Widjaja, saat bincang dengan wartawan, di Natuna, Selasa (30/1/2018).

Para pencuri ikan kata Sjarif, tetap nekat karena memang di negaranya sendiri sumber daya ikan semakin menipis karena banyaknya jumlah nelayan, “Vietnam, Thailand dan yang lainnya itu kapalnya sudah berlebihan, nelayannya banyak. Dia mau lari kemana kalau tidak ke tetangganya,” ujar Sjarif.

Sjarif menambahkan, mencegah para pencuri ikan yang masih nekat itu agar tidak berani lagi masuk ke perairan Indonesia, harus disiapkan tindakan pencegahan tambahan, “Misalnya, dengan cara menyebarkan nelayan ke seluruh wilayah laut Indonesia,” imbuhnya.

Bila persebaran nelayan seperti itu benar-benar terwujud, harapannya, nelayan Tanah Air bisa menjadi mata yang melihat dan melaporkan keberadaan kapal asing, ” kita yang harus aktif, mana daerah yang padat seperti pantura kita pindah ke tempat yang sepi seperti Natuna, apalagi di Natuna potensinya bagus,” kata dia.

Untungkan Perusahaan Ikan
Sebelumnya, Perum Perikanan Indonesia (Perindo) merasa diuntungkan dengan kebijakan KKP terkait moratorium kapal asing, “Sekarang setelah kapal asing tidak ada, kami masuk ke sana (kawasan perairan) untuk menangkap dan mengumpulkan ikan,” kata Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Saat ini kata Risyanto, Perum Perindo dapat mengukuhkan kehadirannya di perairan yang dulu dikuasai kapal-kapal asing seperti di Tual (Maluku), Sorong (Papua Barat), dan laut Arafuru.

Dia mengatakan, keberadaan Perum Perindo pada awalnya hanya beroperasi sebagai pengelola pelabuhan perikanan Nizam Zaman Muara Baru, Jakarta Utara. Kini perusahaan yang dinakhodainya itu telah mengelola beberapa pelabuhan perikanan lainnya di Pekalongan, Belawan, Parigi, dan Brondong.

Terkait dengan peluang bisnis perikanan, Risyanto mengutarakan bahwa hal yang tetap menarik ke depannya adalah bisnis penangkapan ikan serta budidaya. “Kemudian di tengah ada diantaranya trading dan pemrosesan. Sedangkan yang memang paling menjanjikan bila bisnis itu dilakukan holistik, yaitu mulai dari menangkap, memproses, dan melakukan ekspor,” ucap dia. (Knt)

Editor: Hendrik JS

Previous articlePolri Kaji Ulang Penunjukan Perwira Aktif Jadi Penjabat Gubernur
Next articleAtasi Kemacetan Tol Jakarta Cikampek Begini Solusi Pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here