Maret 2018, Layanan Kapal Door to Door Distop

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Jakarta, PONTAS.ID – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Pemerintah Jepang melalui Japan Internasional Cooperation Agency atau JICA mengembangkan sistem layanan kapal online “Inaportnet”.

Sistem ini dapat melayani tujuh dokumen, di antaranya Surat Pemberitahuan Kedatangan Kapal (PKK), Surat Persetujuan Kapal Masuk (SPKM), dan Pemberitahuan Rencana Kegiatan Bongkar Muat (PRKBM).

“Ini soal mindset, mau door to door tanda tangan satu per satu, atau ingin lompat dengan sistem baru yang dapat menyelesaikan semua hal,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Selain itu, Inaportnet juga bisa memproses dokumen Perencanaan dan Penetapan Penyandaran Kapal (PPPK), Laporan Pemberitahuan Pemasukan/Pengeluaran Barang (LAB), Pemberitahuan Kapal Keluar (LK3), dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Menteri Budi menegaskan, penerapan Inaportnet akan dimulai pada akhir Februari di Pelabuhan Tanjung Priok, “Seluruh pemangku kepentingan bakal diwajibkan menggunakan sistem ini, mulai dari otoritas pelabuhan, operator pelabuhan, Bea Cukai, dan pihak terkait lainnya,” kata Budi.

Percepat Layanan
Budi mencontohkan, layanan kapal dengan sistem Inaportnet bisa selesai hanya dalam 30 menit hingga 60 menit, mencakup seluruh layanan mulai dari kedatangan kapal hingga kapal keluar dari pelabuhan.

Dia menambahkan, sistem ini akan membuat layanan kapal lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan sistem konvensional, “Selain itu, Inaportnet juga terhubung dengan sistem Indonesia Nasional Single Window (INSW). Walhasil, arus barang diharapkan bisa berjalan lebih cepat,” imbuhnya.

Inaportnet kata Budi, juga menggabungkan beberapa layanan yang telah ada seperti Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMLALA), Sistem Kapal Online, Aplikasi Sertifikasi Pelaut, Sistem Informasi Kepelabuhanan, dan Sistem yang ada pada Badan Usaha Pelabuhan, “Inaportnet merupakan terobosan yang perlu dilakukan oleh pelabuhan di Indonesia agar lebih kompetitif,” kata Budi Karya.

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here