Jokowi Meminta Petani Jual Beras Bukan Gabah

Joko Widodo Meninjau Lahan Persawahan Petani, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Harga beras di Indonesia menjadi sorotan bagi Presiden Joko Widodo, maka dari itu Jokowi sebagai orang pertama di indonesia sigap untuk melakukan turun ke petani. Ia meminta petani-petani di Indonesia untuk menjual hasil panennya sudah berbentuk beras, tidak lagi gabah. Pemerintah berharap adanya perubahan pola penjualan yang dilakukan para petani padi di Indonsia. salah satunya, dengan menjual beras bukan lagi jual gabah. Hal tersebut, diyakini berdampak dalam memberikan keuntungan besar pada petani.

Presiden Joko Widodo mengatakan, selama ini petani mengurus sawah dengan mengairi, memupuk dan panen, setelah itu menjualnya dalam bentuk gabah. “Padahal keuntungan besar itu pada saat jadi beras. Jadi saya sampaikan agar jualnya dalam bentuk beras. Syukur sudah dikemas. Ini di penggilingan padi modern ini bisa dilakukan,” kata Presiden Joko Widodo, Jakarta, Senin, (22/1/18).

Ia ingin ingin melihat produktivitas dari penggilingan padi tersebut. Harga gabah sebesar Rp 3.500 setiap kilogram, sedangkan beras berada di kisaran Rp 10.000 – Rp 11.000 setiap kilogram.

“Saya mau lihat dulu apa kapasitas di sini cukup atau enggak. Kalau enggak bisa ditambah. Bermanfaat atau tidak bermanfaat. Kalau tidak sudah tinggalkan. Kalau bermanfaat akan dibesarkan lagi sehingga kapasitasnya memenuhi yang ada di masyarakat. Ini yang perlu kita lakukan bersama-sama sehingga sekali lagi produk pertanian kita tidak ketinggalan zaman. Ada pengerjaan setelah panen, pengeringan, digilang, dikemas baik apalagi diberi nama baik juga dikemas dalam kelompok besar petani, diberi merek. Itu akan memberi nilai tambah dengan menaikkan harga,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan pentingnya petani melakukan konsolidasi dalam kelompok besar sehingga memiliki skala produksi yang besar. “Jangan bergerak sendiri akan sulit. Kalau bisa berproduksi dalam skala besar nanti petani bisa bersaing,” tutup Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here