Ini Alasan PAP-KPK Pertanyakan Ijajah Fredrich Yunadi

Fredrich Yunadi, eks Pengacara Setva Novanto saat ditahan KPK

Jakarta, PONTAS.ID – Koordinator Perhimpunan Advokat Pendukung KPK (PAP-KPK), Petrus Selestinus, mengapresiasi langkah tegas KPK menahan Advokat Fredrich Yunadi. Pasalnya, sejak menjadi pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi kerap menunjukkan perilaku “off the track”, dengan tujuan untuk mendowngrade (menurunkan) wibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di mata publik.

“Namun ada dua isu menarik yang ditunggu oleh publik saat ini, yaitu, isu tentang seabrek gelar akademis yang dimiliki serta isu tentang Imunitas (hak kekebalan) Anggota DPR Setya Novanto dan Imunitas Advokat Fredrich Yunadi,” kata Petrus, melalui pesan tertulis yang diterima PONTAS.id, Sabtu (13/1/2018) malam.

Petrus meyakini, dalam penyidikannya KPK akan menanyakan riwayat pendidikan hingga gelar S3 (Doktor), “Disamping 4 (empat) gelar S1 yang disandang Fredrich Yunadi, yang oleh sebagian orang diduga palsu,” imbuh dia.

Jika ternyata memang benar-benar palsu, semua atau sebagian, pihaknya kata Petrus meminta KPK mengarahkan kepada tindak pidana umum  dengan sangkaan pasal tindak pidana khusus terkait pelanggaran pasal 21 UU Tipikor. Dan proses hukumnya dilakukan dalam satu dakwaan secara kumulatif, “Atau penyidikannya dilimpahkan kepada penyidik Kepolisian karena merupakan tindak pidana umum,” katanya.

Tindak Pidana Baru
Petrus juga meminta KPK mendalami perilaku Fredrich yang selalu merasa benar sendiri dalam setiap dialog publik di TV dengan dalih Hak Imunitas DPR dan Hak Imunitas Advokat.

“Karena selama menjadi Kuasa Hukum Setya Novanto soal Hak Imunitas ini selalu dijadikan alasan utama untuk menolak penyidikan KPK sehingga melahirkan tindak pidana baru, berupa menghambat tugas KPK dalam penyidikan tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, mantan pengacara Setya Novanto, ini memiliki gelar Dr, SH, LLM, MBA, PhD, JD serta 4 gelar sarjana Strata-1 (S1). Berbagai pihak mulai meragukan keabsahan gelar akademik ini karena Fredrich dinilai tidak profesional dan menyesatkan.

Sebab, antara langkah hukum yang diambil dengan argumentasi yang dibangun selama menjadi Kuasa Hukum Setya Novanto, justru memunculkan sejumlah pertanyaan tentang kebenaran dan kualitas dari disiplin ilmu yang dimilikinya.

Bahkan Wapres Jusuf Kalla-pun pernah bertanya, “Hukum dari langit mana yang dipakai Fredrich Yunadi yang menyebutkan untuk memeriksa Setya Novanto, KPK butuh izin Presiden” kata Wapres beberapa waktu lalu.

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here