Menperin: Sektor Manufaktur Penyumbang Ekonomi Nasional

Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan, pada triwulan III 2017 beberapa subsektor tercatat memiliki kinerja di atas pertumbuhan ekonomi. Misalnya, industri logam dasar yang mencapai 10,6 persen, industri makanan dan minuman, sekitar 9,49 persen, serta industri alat transportasi mencapai 5,63 persen.

Menurut Airlangga, sektor manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian nasional. Sumbangan tersebut di antaranya melalui peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor.

“Karena itu, Kementerian Perindustrian fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri.Jumlah ragam produk hilir minyak kelapa sawit tercatat meningkat 154 produk sepanjang 2015-2017 dibanding 2014 yang baru sekitar 126 produk,” kata Airlangga selaku Menteri Perindustrian, Jakarta, Rabu, (10/1/18).

Dikutip dari laman nawacita, Tidak hanya di manufaktur, pendapatan nilai tambah tersebut juga berasal dari industri lainnya, seperti, industri berbasis agro dan tambang mineral. Industri tersebut telah menghasilkan berbagai produk hilir, seperti, turunan minyak kelapa sawit dan stainless steel. Sementara merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari-November 2017 naik 14,25 persen dibanding periode yang sama pada 2016. Pada semester I tahun 2017, ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai US$ 59,78 miliar atau naik 10,05% dibanding periode yang sama pada 2016 yang hanya mencapai US$ 54,32 miliar.

Ekspor industri pengolahan nonmigas tersebut memberikan kontribusi 74,76% dari total ekspor nasional pada semester I tahun 2017, yang mencapai US$ 79,96 miliar. Negara tujuan ekspor nonmigas, antara lain Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Industri pengolahan nonmigas juga memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional pada triwulan III tahun 2017 sebesar 17,76 persen. Sedangkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan III tahun 2017 mencapai 5,49 persen atau dengan demikian berada di atas pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,06 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here