Begini Trik Sandiaga Berkelit Soal OKE OCE

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui program OKE OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship) hanya sebatas cuap-cuap. Menurut Sandi, adalah wajar sebuah penyampaian ilmu dilakukan dengan cuap-cuap alias berbicara meski tanpa praktik.

“Kalau saya bilang, ‘Saya akan berikan pelatihan, (sambil diam),’ boleh enggak? Ini setiap kali saya buka mulut, namanya cuap,” kata Sandi sambil memperagakan dirinya berbicara tetapi dengan mulut terkatup rapat, kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Pernyataan ini disampaikan Sandi menanggapi pernyataan DPRD DKI Komisi B yang menyebut bahwa program OKE OCE hanya program cuap-cuap belaka.

“Ini yang Pak Anies selalu bilang, jangan sampai kata-kata itu didegradasi. Kita harus menghargai kata-kata karena sebelum ada kerja, itu ada narasi dan gagasan,” kata Sandi.

Meski demikian, Sandi tetap mengapresiasi masukan dari DPRD, “Mungkin cuap-cuap maksudnya itu adalah mereka yang memang bukan pengusaha, bukan yang bisa melakukan pendampingan. Kalau itu benar, itu masukan yang legitimate,” kata Sandi.

Program Bohong
Sebelumnya anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim mempertanyakan program OKE OCE yang digagas Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno sebagai salah satu program prioritas.

Nur Afni mengaku kerap menghadiri pelatihan program kewirausahaan dari Dinas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) DKI itu di semua kecamatan di Jakarta Barat, kecuali Kecamatan Tamansari.

“Latihannya itu, Bank DKI cuma memaparkan, ‘Ini lho, saya punya pinjaman Rp5 juta sampai Rp50 juta dengan jaminan sertifikat rumah dengan bunga 13 persen’. Itu sama saja bohong!,” kata Afni pada saat rapat Komisi B DPRD DKI dengan jajran serta Kepala Dinas UMKM DKI.
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here