Inilah 6 Pasangan Kandidat PDI P Maju di Pilkada Serentak

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

Jakarta, PONTAS.ID – PDI Perjuangan (PDIP) akhirnya resmi mengumumkan 6 pasangan cagub dan cawagub akan bertarung di masing-masing provinsi pada Pilkada serentak 2018 yakni Sumut, Sumsel,Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat.

Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum hadir membacakan satu per satu figur akan maju dari ke empat wilayah besar di Indonesia.

Untuk di wilayah Sumatera Utara, setelah menunjuk Walikota Blitar sekaligus bekas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akhirnya menunjuk pengusaha asal Medan Sihar Sitorus sebagai Cawagub berdampingan dengan Djarot Saiful Hidayat.

Lanjutnya setelah mengumumkan wilayah Sumut. Presiden ke-5 RI ini mengumunkan pasangan calon untuk Pilkada Sumatera Selatan 2018. Dia menunjuk keponakan almarhum suaminya, Taufiq Kiemas, untuk berpasangan dengan Dodi Reza Alex Noerdin.

Setelah itu, Megawati kembali mendeklarasikan pasangan untuk Pilgub Jawa Barat yakni Ketua DPD Jawa Barat sekaligus anggota DPR tb Hasanuddin berdampingan dengan Wakalemdikpol Irjen Pol Anton Charliyan.

Sementara itu, untuk wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) PDIP mendeklarasikan pasangan Karolin Margret Natasa bersama dengan Suryadman Gidot.

Setelah Kalbar, PDIP juga mengumumkan pasangan untuk Pilgub Jateng yakni sebagai Cagub adalah Ganjar Pranowo berpasangan dengan putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin sebagai cawagub.

Terakhir adalah di Pilgub Kaltim. Megawati akhrinya memberikan mandat kepada Irjen Pol Safaruddin menjadi cagub. Namun demikian untuk pasangannya. Megawati masih menyimpan rapat siapa pendamping dari Safaruddin.

Petugas Partai

Usai mengumumkan para kandidat akan maju di Pilakda serentak 2018. Megawati sedikit menyingung soal petugas partai. Dia bahkan menyinggung soal Presiden Joko Widodo sebagai petugas partai yang menang melalui PDIP.

“Maka supaya tahu, saya Jadikan pak Jokowi orang kan tidak tahu. Saya punya tanda tangan Pak Jokowi, dia adalah petugas partai, itu untuk ketum PDIP tapi tidak pernah saya beber-beber,” ujar Megawati saat mengumumkan pasangan calon 6 Pilgub di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

“Agar supaya sewaktu-waktu untuk pembully-an kepada saya keliwatan, itu adalah konstitusi partai, sesuai keputusan kongres partai. Presiden dari kami itu adalah dari partai,” imbuhnya.

Mega menjelaskan keputusan yang berasal dari partai, termasuk tokoh yang diusung, merupakan petugas dari partai. Itu disebutnya sebagai konstitusi dari PDIP.

“Kalau saya sebut kalian petugas partai bukan karena kesombongan saya tapi itu perintah partai,” tutur Mega.

Presiden RI ke-5 itu lalu mengingatkan calon-calon pasangan yang diusungnya di pilkada serentak 2018. Megawati meminta kepada mereka untuk tidak marah bila disebut sebagai petugas partai.

“Nanti jangan sudah jadi kok saya dipanggil petugas partai, saya pun petugas partai yang diberi mandat oleh kongres dan diberikan hak prerogatif kepada saya, mengapa saya yang boleh memilih orangnya ini ini. DPP hanya menyarankan,” terang dia.

Baca juga: Jika Menangi Pilkada Jateng, PDIP Disebut Punya Modal Kuat di Pilpres

“Kalau saya panggil saudara A, saya adalah ketum kamu, sebagai kader kamu adalah petugas partai. Partai apa? bukan partai lain, PDIP!” imbuhnya menegaskan.

Bila tak mau dipanggil sebagai petugas partai, kata Megawati, lebih baik tidak masuk ke PDIP. Sebelumnya pernyataan Mega bahwa Jokowi adalah petugas partai sempat menuai kontroversi.

“Siapa suruh di PDIP, sudah tahu PDIP, itu mekanismenya,” tutup Megawati.

 

Previous articleJaga NKRI, 2019 Trans Papua Tersambung
Next articleMenakar Peluang Tubagus Anton di Jabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here