300 Jurnalis Tiongkok Serbu Asian Games 2018

Wapres Yusuf Kalla Sambut Asian Games 2018, (Foto: Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Persiapan Indonesia untuk menyambut pesta olahraga Asia sudah di kordinasi ke semua lembaga yang bersangkutan salah satu Ditjen Imigrasi. Salah satu yang perlu diperhatikan, kedatangan para Jurnalistik dari Mancanegara yang ingin melaporkan pemberitaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan perhatiannya untuk para awak media asing yang akan hadir di Jakarta-Palembang, sekitar 300 awak media baik jurnalis maupun teknisi dari Tiongkok telah mendaftar untuk meliput Asian Games 2018 di Indonesia.

“Sebagai contoh saja, dari sekian ribu wartawan yang akan hadir, 300 wartawan Tiongkok sudah mendaftar dan teknisinya,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Wapres RI, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

Menurut Wapres JK yang juga Ketua Dewan Pengarah Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018, gelaran Asian Games 2018 menjadi perhatian besar dari Tiongkok.

“Jadi ini menjadi perhatian besar, dia ingin melihatkan supremasi dia di bidang olahraga karena dapat diyakini atau mungkin bahwa nanti juara umumnya bisa China kan. Kalau melihat seperti itu, dulu kan Jepang, sekarang China di mana-mana,” katanya.

Tidak Mempersulit Para Wartawan Asing

Direktorat Jenderal (Ditjen) menambahkan, Imigrasi mewajibkan bagi para wartawan asing untuk memiliki visa jika ingin meliput Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Hal tersebut ditekankan oleh Kepala Sub Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Hongky Juanda.

Bagi para wartawan atau jurnalis asing yang ingin mendapatkan visa harus melalui Tim Kunjungan Orang Asing untuk Jurnalistik. Nantinya mereka berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sebagai leading sektornya.

“Jadi tidak cukup hanya akreditasi bagi wartawan asing yang dikeluarkan panitia Asian Games (INASGOC) untuk bisa masuk ke Indonesia. Mereka yang datang dalam rangkaian meliput Asian Games 2018 wajib memiliki visa. Aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah ini wajib dipatuhi. Tapi dengan catatan mereka harus termasuk di dalam Akredetasi yg diberikan oleh National Olympic Commite (NOC) mereka. Cukup tinggal apply saja ke Kedutaan Besar RI di negaranya masing-masing,” kata Hongky selaku Kepala Sub Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Ditjen Imigrasi menerangkan, enggan memberatkan atau mempersulit para wartawan asing. Untuk itu, visa yang mereka buat tidak dipungut biaya serupiah pun.Selain untuk meningkatkan kewaspadaan menurut Hongky, penerapan visa ini demi menyukseskan pegelaran Asian Games itu sendiri. Bukan tak mungkin, ada pihak yang memiliki tujuan tertentu di luar kepentingan Asian Games.

“Visa itu tidak memberatkan karena diberikan dengan biaya Rp 0,- berdasarkan surat keputusan Menkumham tentang persetujuan pengenaan tarif Rp.00 (nol rupiah) atau US $0,00 (nol dollar Amerika) bagi wartawan asing peliput Asian Games. 2018.Penerapan visa ini sudah sesuai dengan kebijakan selektif keimigrasian Indonesia. Prinsipnya kami siap menyukseskan Asian Games 2018,” tutupnya.

Untuk memperlancar masuknya para atlet, ofisial, dan media ke Asian Games 2018, Ditjen Imigrasi akan menyiapkan jalur khusus bagi yang masuk dari empat bandara. Yakni, Bandara Soekarno-Hatta (Banten), Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), dan Sultan Machmud Badaruddin II (Palembang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here