AS-Korut Memanas, Sri Mulyani Waspadai Dampak Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) menjadi salah satu kondisi eksternal yang harus diwaspadai terhadap ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan, dalam enam bulan terakhir ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjadi perhatian besar negara-negara maju di Asia seperti Jepang dan China.

Pasalnya, jika dua negara yang menjadi mesin di Asia tersebut terdampak atas ketegangan AS-Korut, maka akan membuat keseluruhan dunia turut merasakan pengaruhnya.

“Belum pernah terjadi proximity ketegangan internasional ada di dekat Indonesia atau Asia. Tapi dalam enam bulan terakhir itu Donald Trump vs Kim Jong Un. Itu harus diwaspadai, karena negara yang jadi mesin di Asia seperti Jepang dan China matters alot issue ini. Dan kita akan berpengaruh keseluruhan kawasan dan dunia,” ujar Sri Mulyani, Rabu (22/11/2017).

Selain itu, pemerintah juga terus mengawasi pergerakan suku bunga negara-negara maju. Khususnya, pergerakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).

“Karena mereka melakukan extra ordinary policy dalam satu dekade ini. Oleh karena itu, monetary easing akan dinormalize dan suku bunga akan meningkat,” katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, perbaikan ekonomi China dan perubahan iklim yang terjadi di dunia juga turut menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dikarenakan bisa berpotensi membuat ekonomi Indonesia tergerus.

“Ekonomi China terus melakukan rebalancing dan akan jadi ekses yang spill over-nya akan terasa di seluruh dunia. Dan dari sisi cilimate change, karena perubahan iklim memengaruhi pola, apa itu food security, energy security, atau water security,” pungkas Sri Mulyani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here