Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Menkeu: Ngaruh ke Seluruh Rakyat

Menkeu Sri Mulyani saat menjadi keynote speech pada “Indonesia SoE and Infrastrucuture Investments Forum” di Annual Meeting IMF-WBG, Nusa Dua Bali, Selasa (9/10/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan keputusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan berpengaruh ke seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN).

Oleh karena itu, dirinya pun akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melihat lebih dalam dampak yang akan terjadi pasca keputusan MA yang membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Tentu kita melihat keputusan tersebut bahwa Perpres BPJS pengaruhnya ke seluruh rakyat Indonesia. Keputusan batalkan 1 pasal saja itu pengaruhi seluruh sustanibilitas dari BPJS Kesehatan,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan, Menurut Sri Mulyani sudah memasukkan semua aspek, seperti keberlangsungan program JKN dan keadilan.

Seperti pada aspek keberlangsungan program JKN, Sri Mulyani menjelaskan bagaimana layanan kesehatan bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat. Dari sisi keadilan, pemberian layanan dilakukan dari hasil gotong royong pembayaran iuran. Di mana untuk peserta tidak mampu akan ditanggung oleh pemerintah.

Apalagi dalam pengoperasian layanan kesehatan ini juga menggunakan dana APBN. Sehingga Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengaku akan mempelajari lebih dalam lagi hasil putusan MA.

“Kita melihat seluruh sistem, tentunya keputusan yang sangat mempengaruhi keseluruhan JKN ini akan kita lihat dampaknya gimana,” ungkapnya

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous article‘RS Korona’ Bakal Dibangun di Batam, Target Rampung Akhir Maret
Next articleSoal Tarif Ojol Baru, Ini Kata Grab