Jakarta, PONTAS.ID – Lurah Tanjung Priok, Ma’mun menindak lanjuti terkait pemberitaan Pasar Anyar Bahari yang berada di Jln Tenggiri Raya, Kelurahan Tanjung Priok Jakarta Utara . Sebab, pasar tersebut terkesan rawan Covid-19.
“Sejauh ini kami selalu mengimbau untuk mematuhi protokol kesehatan 3M dengan giat tiga pilar,” ungkap Ma’mun saat ditemui PONTAS.id, Selasa (16/3/2021).
Ia menegaskan, khusunya Pasar Anyar Bahari kurun waktu satu minggu kita himbau tiga atau empat kali. “Hal ini dilakukan demi memutus mata rantai Covid-19,” tegasnya.
Terkait PPKM Jilid III, kata dia, kita tetap melakukan giat tiga pilar di lingkungan Kelurahan Tanjung Priok. Jadi, bukan hanya di pasar saja.
Tak hanya itu, Ma’mun mengakui selama PSBB berlangsung ia membantu warganya dengan memberikan sembako.
“Warga yang terpapar Covid-19 kita berikan sembako. Selain bantuan dari Dinsos ada juga dari IPOWER berupa sembako yang ditujukan untuk warga yang terpapar Covid-19,” tutupnya
Sebelumnya, banyak pedagang Pasar Anyar Bahari yang kurang sadar dengan protokol kesehatan bahkan tidak ada petugas yang mengarahkan pengunjung ataupun pengatur suhu tubuh. Dari hal tersebut, pengunjung atau pedagang yang terpapar Covid-19 tidak dapat terdeteksi tentunya sangat membahayakan masyarakat lain.
Padahal, pemerintah memperpanjang PPKM Mikro Jilid 3 yang diberlakukan sejak tanggal 9 hingga 22 Maret 2021 mendatang demi memutus mata rantai Covid-19.
“Imbauan setiap hari dilakukan, akan tetapi pedagangnya saja yang nakal. Mungkin mereka sudah bosan karena sudah 1 Tahun seperti ini,” kata Kepala Pasar Anyar Bahari, Paryono kepada PONTAS.id, Senin (15/3/2021) kemarin.
Penulis: Anna -Maya /Suwarto
Editor: Ahmad Rahmansyah




























