Bantuan Ditilep, Warga Bungus Berharap Ini pada Jokowi

Syafril atau Leo, petugas kebersihan sekaligus tour guide di Pantai Carolina, Padang Sumatera Barat

Padang, PONTAS.ID – Sehari menjelang puncak Hari Pers Nasional 2018 (HPN) di Padang Sumatera Barat, Kamis (8/2/2018), PONTAS.id berkesempatan berkunjung ke “Pantai Carolina”, di Kelurahan Bungus Selatan, Kec. Bungus Teluk Kabung, Padang Sumatera Barat. Tim PONTAS.id mengunjungi pantai ini usai menyusuri Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang, di Desa Aie Mani, Kec. Padang Selatan.

Karena hanya untuk menikmati keindahan Pantai Carolina tanpa keinginan untuk naik perahu menuju ke pulau-pulau kecil di sekitar Teluk Bungus, Tim PONTAS.id akhirnya bertemu dan berbincang santai dengan Syafril (50) yang mengaku telah puluhan tahun menjaga kebersihan serta menjadi tour guide di pantai pribadi milik warga Bungus ini.

Pria yang akrab disapa Leo oleh wisatawan mancanegara ini, mengaku selama tiga tahun lebih kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) barulah dia bersama keluarganya mendapatkan berbagai fasilitas bagi warga pra sejahtera.

“Setelah Presiden Jokowi, barulah kami dapat menikmati berbagai bantuan dari pemerintah. Seperti beras gratis, Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sejahtera. Dan setelah pak Jokowi baru pernah ada program bedah rumah di wilayah kami,” kata Leo kepada PONTAS.id, di Pantai Carolina, Padang, Kamis (8/2/2018).

Leo menambahkan, selain bantuan bagi warga pesisir, masyarakat sekitar Bungus yang mencari nafkah dari laut juga telah mendapatkan bantuan yang dikucurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), “Seperti jaring nelayan dan mesin perahu, bisa dikatakan, seluruh nelayan telah mendapatkannya,” kata Leo.

Tilep Bantuan
Meski demikian, Leo mendesak Presiden Jokowi agar lebih mengawasi bantuan-bantuan pengembangan kegiatan masyarakat di desa. Pasalnya, menurut dia, berbagai bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat serta daerah kerap tidak sampai kepada warga yang berhak mendapatkan alias ditilep oleh oknum.

Leo mencontohkan, dana yang ditujukan bagi pengembangan potensi masyarakat serta bantuan yang ditujukan bagi perbaikan fasilitas sosial serta fasilitas umum di Keluarah Bungus nyaris tidak pernah terwujud.

Leo menduga, aksi tilep bantuan tersebut tak lepas dari upaya kong-kalikong yang dilakukan oleh oknum pemerintah maupun dari pihak organisasi kemasyarakatan.

“Duitnya mereka bagi-bagi sehingga program yang direncanakan tidak terwujud. Saya beharap, Pak Presiden lebih memperhatikan hal ini, agar dana yang ditujukan bagi rakyat benar-benar sampai kepada rakyat sesuai tujuannya. Kalau tidak percaya, hitung jumlah bantuan yang dianggarkan pada warga Bungus, lalu bandingkan dengan hasilnya. Gampang kok memeriksanya,” pungkas Leo.

Penulis: Hendrik JS

Previous articleGereja Diserang, SETARA: Waspadai Politik Pecah Belah!
Next articlePrestasi Sri Mulyani Raih Penghargaan Menteri Terbaik