Jakarta, PONTAS.ID – PT Royal (Royal Interior Furnishing) membantah tudingan seorang konsumen bernama Muhammad Rifai Siregar, terkait dugaan penelantaran proyek interior dari Royal Interior Furnishing.
Sebelumnya, menanggapi artikel di laman pontas.id yang berjudul “Ada Pandemi, Royal Interior Furnishing Utamakan Protokol Kesehatan”, warganet bernama Muhammad Rifai Siregar yang berdomisili di BSD, Tangerang Selatan itu mengungkapkan bahwa dirinya kecewa dengan sikap Royal Interior Furnishing yang tidak menanggapi keluhan terkait kelanjutan proyek interior yang dioder olehnya.
“Anita Feng (Director PT Royal) mengklaim sebagai solusi interior selama Pandemi, tapi proyek saya yang sudah dibayar lunas sejak Maret 2020 diterlantarkan sampai hari ini. Dihubungi via WA dan email tidak direspon. Facebook saya diblokir, postingan saya di visitors’ posts menanyakan kelanjutan juga dihapus. Saya akhirnya menulis secara terbuka tapi tidak ditanggapi juga,” keluh Muhammad Rifai Siregar, di laman komentar pontas.id, Rabu (1/7/2020) kemarin.
Sebelumnya, Rifai pun sempat meluapkan keluhannya di surat pembaca lewat mediakonsumen.com. Di situ, Rifai mengungkapkan bahwa dirinya adalah konsumen Royal Interior Furnishing yang memesan 2 view, yaitu Kitchen Set dan Living Room. Setelah melewati proses finalisasi design dan pelunasan sesuai kontrak, pengerjaan kemudian dimulai 24 Maret 2020 dengan perjanjian sesuai kontrak maksimal 10 hari.
“Pada tanggal 1 April 2020 secara mendadak Royal menghentikan pengerjaan proyek dengan alasan kesulitan distribusi barang akibat wabah Covid-19. Sebagai informasi saat itu belum diterapkan PSBB. Saya mencoba memahami situasi karena memang tidak ada pilihan selain menunggu. Secara berkala saya menghubungi Royal untuk meminta jadwal rencana pengerjaan kembali namun tidak ada kepastian dan hanya diminta menunggu,” tulis Rifai.
“Saya secara rutin menghubungi mereka melalui Whatsapp Group dan email, namun kemudian tidak ada respon, bahkan sulit dihubungi. Whatsapp tidak dibaca (hanya delivered), email tidak dapat terkirim (Mailer-Daemon, Failure Notice),” sambung Rifai.
Lebih lanjut, Rifai pun mencoba menghubungi Facebook Royal Interior melalui Messenger namun tidak ada respon.
“Sangat aneh bila tidak dibaca karena Facebooknya aktif dan hampir setiap ada update terkait pemasaran produk termasuk dengan Protokol Covid selama Pandemi, artinya seharusnya mereka sudah menyiapkan prosedur untuk kelanjutan proyek selama Pandemi,” bebernya.
Lebih lanjut, Rifai pun berharap dapat memperoleh informasi tentang kelanjutan proyek interior yang dipesannya.
Terkait hal itu, Alfian Nugroho, selaku Corporate Secretary PT Royal, pun buka suara. Kepada pontas.id, Alfian mengatakan bahwa karena pandemi internasional versi WHO dan bencana nasional Covid-19 versi pemerintah Indonesia, disertai dengan PSBB, menyebabkan proyek finishing Royal Interior mengalami penyesuaian schedule dan sudah diberitahukan kepada konsumen melalui email.
Ia pun menegaskan bahwa tuduhan pemblokiran Facebook serta tidak diresponnya email dan WhatsApp (WA) konsumen terkait, adalah tidak benar.
“Terkait pemblokiran Facebook, tidak dibalasnya email dan WA itu tidak benar, ya. Kami sudah mengirimkan email kepada customer bahwa rescheduling finishing proyek instalasi interior dilakukan karena PSBB dan untuk hal-hal koordinasi lainnya dapat email langsung ke [email protected]. Terima kasih,” pungkas Alfian, mewakili PT Royal.
Penulis: Riana
Editor: Luki H





























Dear Alfian Nugroho, Royal Interior Furnishing dan Anita Feng selaku Founder dan Direktur Royal Corporation
Saya dapat buktikan WA saya yang tidak direspon oleh Pihak Royal, serta email yang kemudian tidak dapat dikirimkan ke [email protected] dengan notifikasi MAILER-DAEMON (Failure Notice). Informasi yang diberikan hanya diminta menunggu karena belum operasional padahal mereka sudah gencar menginformasikan protokol Pandemi. Penghentian proyek juga dilakukan sebelum PSBB, dan sekarang PSBB sudah mulai ada kelonggaran. Tentu bila ada komunikasi yang baik dan berkelanjutan dari Royal, konsumen tidak akan mencari cara lain untuk berkomunikasi serta mendapatkan jawaban.
Sebagai konsumen, saya tentu berjuang mendapatkan hak saya kembali yang belum dipenuhi oleh Royal dan tidak jelas hingga kapan saya harus menunggu.
Bila ada niatan baik dari Royal Corporation dan Royal Interior Furnishing, cukup berikan saya tanggal yang jelas kapan akan dilanjutkan. Sebagai informasi tambahan, berikut saya sampaikan kronologis pengerjaan proyek di rumah saya:
24 Maret 2020: Delivery kabinet, pengerjaan dibatalkan karena tukang tidak membawa alat.
25 Maret 2020: Libur Hari Raya Nyepi
26 Maret 2020: Hingga jam 11.00 tim instalasi belum datang, setelah kita komplain ke CS baru kemudian tim datang pada jam 12 siang, jam 15 sudah berhenti bekerja.
27 Maret 2020: Tim instalasi tidak datang
28 & 31 Maret 2020: Pengerjaan, namun info dari tim tidak diberi keperluan untuk instalasi sehingga terbengkalai kembali. Tanggal 31 tersebut saya komplain lalu diinfokan akan dilanjut besok dengan pengiriman kekurangan barang (masih sangat banyak kekurangan)
31 Maret 2020: Malam hari tiba-tiba diinfokan besok tidak jadi karena kesulitan distribusi barang.
1 April sampai saat ini: Tidak ada pengerjaan, dan tidak ada kejelasan, pihak Royal Corporation termasuk Anita Feng tidak bersedia merespon email dan WA.
Kembali saya sampaikan kepada Anda dan Anita Feng, saya membutuhkan kepastian tanggal bukan permintaan menunggu tanpa kejelasan.
Mungkin perlu diperjelas kepada Pihak Royal, disampaikan ada info reschedule kepada konsumen, kalau benar demikian, schedule untuk proyek saya kapan ya? Kenapa saya belum memperoleh schedule baru hingga saat ini? Tanggal berapa ya? Butuh berapa hari lagi pengerjaannya? Itu kalau benar-benar schedule ya, bukan permintaan menunggu yang tidak jelas hingga kapan.
Halo Pak Rifai.. Apa benar anda tertipu oleh pihak Royal? Sy ada berencana ingin memakai jasa Royal, kalau seandainy Pak Rifai pernah tertipu, sy mau mundur nih pak.. Mohon replynya ya pak.. Thanks!