Begini Cara ESDM Kejar Target Bauran EBT 23 persen

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengaku terus mengupayakan sejumlah target demi merealisasikan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025 mendatang.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Harris, mengatakan, saat ini realisasi bauran EBT baru mencapai setengah dari target yang ada.

“Saat ini, porsi dari bauran Energi Baru Terbarukan 12,36% untuk pembangkit listrik, atau daya pembangkit sekitar 10,3 GW,” tutur Harris, di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2020).

Lebih lanjut, Harris mengatakan untuk capai target tersebut, pemerintah berupaya dalam meningkatkan pembangkit listrik EBT yakni panas bumi, hidro, biomassa, surya dan rooftop, dan angin.

Tak berhenti di situ, Kementerian ESDM juga tengah berupaya untuk mencari pasar baru. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan klaster ekonomi-maritim di pulau kecil dengan memanfaatkan sistem pembangkit listrik EBT.

“Ini pembangkit listrik hibrida yang terdiri dari energi surya dan angin, baterai dan biomassa,” paparnya.

Selain itu, pemanfaatan EBT direncanakan akan menyasar sektor industri perikanan seperti cold storage. Menurut Harris, pemerintah juga akan terus mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga air seiring potensi yang ada di Indonesia.

“Kami akan mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga air Kayan yang memiliki kapasitas total sekitar 9000 MW yang terintegrasi dengan kawasan industri yang strategis dan juga untuk mendukung pasokan listrik untuk ibukota baru Indonesia di Kalimantan Timur,” tuntasnya.

Penulis: Ririe

Editor: Riana

Previous articleHarga Emas ‘Merosot’ Rp 9.000 per Gram
Next articleJubir: Covid-19 Tak Seperti yang Dibayangkan di Wuhan