Asahan, PONTAS.ID – Menjelang Idul Adha 2019, pemesanan hewan kurban di Unit Pelaksana Tehknis (UPT) Pasar Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dinilai meningkat, meski peningkatan penjualan hewan kurban tersebut tidak terlalu signifikan dibadingkan dengan tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini pembelian dinilai meningkat, meski ada penurunan sekitar 10 persen kalau dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan, M Syarif, Selasa (30/7/2019).
Menurut M. Syarif, hewan-hewan ternak yang ada berasal dari para peternak, dan sebagian besar peternak tersebut berasal dari Desa Pulau Raja, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.
“Diperkirakan ada sekitar 50-60 ekor Sapi dibawa para peternak atau pedagang untuk dititipkan di pasar ternak ini setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan sore sekitar jam 18.00 WIB,” ujar Syarief.
Syarif juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah memberikan subsidi berupa pemberian obat cacing dan suntikan vitamin kepada hewan ternak yang berada di UPT Pasar Ternak.
“Obat diberikan untuk mengurangi parasit cacing yang terdapat di tubuh lembu, sebab 60 persen dalam tubuh ternak mengandung caciing, selain itu juga diharapkan pemberian obat cacing tersebut dapat menjadi daging setelah dicerna oleh hewan-hewan tersebut, sehingga dapat menambah bobot bagi hewan ternak,” imbuh Syarief.
Untuk ke depannya kata Syarief, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Asahan akan segera mengajukan Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi penitipan di UPT Pasar Ternak milik Pemkab Asahan tersebut, dengan besaran restribusi nantinya Rp. 15 ribu/ekornya.
“Uang retribusi itu digunakan untuk mengeluarkan surat keterangan kesehatan dan tanda pembelian, sehingga pembeli dari manapun tidak perlu khawatir akan asal-usul hewan yang akan dibeli,” tandasnya.




























