Sekda Asahan Jamin Perawatan Bocah Gizi Buruk

Asahan, PONTAS.ID – Bocah penderita gizi buruk, Rifki (5,5) warga Kisaran Barat, Asahan, Sumatera Utara, akhirnya mendapat perawatan dan pelayanan secara medis di RSU H. Abdulmanan Simatupang, Kisaran.

Setibanya di ruang IGD rumah sakit tersebut, Rifki langsung mendapat pelayanan medis dari perawat dan Dokter Spesialis Anak, dr. Nova SpA.

“Kondisinya seperti ini disebabkan kekurangan nutrisi, dan penanganan yang akan dilakukan adalah dengan mencukupi nutrisi anak ini terlebih dahulu, untuk itu kita harus lakukan rawat inap menimal 2 hari dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan darah dan air seni,” kata Nova kepada Rahima (nenek Rifki) dan sejumlah jurnalis Asahan yang turut mendampingi Rifki ke rumah sakit, Kamis (19/9/2019).

Sementara itu Sekda Kabupaten Asahan, Taufik ZA yang juga hadir menjenguk bocah malang itu meminta Rahima untuk tetap bersabar serta terus berdoa untuk kesembuhan cucunya.

Taufik juga mengatakan kepada Rahima, bahwa dirinya yang akan menjamin semua biaya perobatan Rifki selama berada di rumah sakit.

“Ibu sabar ya dan tidak perlu khawatir, untuk biaya perawatan cucu ibu, nanti saya yang akan menjamin, ibu berdoa saja agar cucu ibu lekas sembuh,” ucap Taufik menenangkan kegundahan Rahima.

Saat diberitahu tentang kondisi Rahima dan cucunya yang tidak memiliki tempat tinggal, Taufikpun berjanji akan berusaha mencarikan tempat tinggal untuk Rahima dan cucunya.

Taufik juga berterima kasih kepada sejumlah jurnalia Asahan yang telah memberikan informasi kepadanya tentang keadaan Rifki.

“Pada kawan-kawan jurnalis Asahan, saya ucapkan terima kasih yang sudah memberitahu saya soal ini. Dan mengenai tempat tinggal mereka, nanti akan saya tanyakan pada Kadis Perkim, agar ibu beserta cucunya tersebut bisa tinggal di rumah susneneknJaya tidak ada, nanti saya carikan rumah kontrakan,” ucap Taufik didampingi Direktur RSUD Kisaran dr. Sapna seraya meminta izin untuk meninggalkan lokasi.

Sebagai informasi, Rifki diasuh neneknya sejak usia 2,5 tahun. Sedangkan ibunya telah meninggal dan ayahnya tidak diketahui keberadaanya dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Rahima memulung barang bekas untuk dijual.

Rahima juga mengakui tak pernah membawa Rifki berobat ke dokter dikarenakan ketiadaam biaya, sedangkan untuk tempat tinggal bila malam hari mereka tidur di emperan toko.

“Saya tak bisa memberi apa-apa pada adik–adik dari Jurnalis Asahan, selain mengucapkan terima kasih, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua,” katanya lirih.

Penulis: Bayu Kurnia Jaya
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePlt. Bupati Asahan Serahkan KIA dan Komputer ke SMPN 1 Pulau Rakyat
Next articleLantik Pejabat ESDM dan SKK Migas, Ini Pesan Jonan