Hadapi Arus Mudik Yogyakarta-Bandung, KAI Tambah Kereta Ekstra

Yogyakarta, PONTAS.ID – PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta saat ini berencana kembali menambah kereta ekstra menjadi delapan yang akan dioperasikan pada saat lebaran melayani relasi Bandung -Yogyakarta -Solo Balapan. Sebelumnya, tujuh rangkaian kereta telah disiapkan.

“Sehingga total kereta tambahan yang akan dioperasionalkan selama masa angkutan Lebaran 2019 menjadi delapan kereta,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Senin (22/4/2019).

Dijelaskan Eko, satu tambahan rangkaian kereta adalah untuk kereta Lodaya. Dengan demikian, akan ada dua rangkaian kereta Lodaya tambahan yang akan dioperasikan pihaknya menghadapi arus mudik mendatang.

Menurut dia, penambahan rangkaian kereta Lodaya yang melayani relasi Bandung-Yogyakarta-Solo Balapan tersebut dilakukan karena okupansi untuk rute tersebut cukup tinggi selama masa angkutan lebaran.

Selain tujuan ke Bandung, Eko menambahkan, rute dengan tingkat okupansi yang cukup tinggi selama masa angkutan Lebaran adalah Jakarta-Yogyakarta-Solo sehingga untuk memenuhi permintaan dijalankan empat rangkaian kereta tambahan.

Delapan kereta tambahan yang akan dioperasionalkan adalah Argolawu dan Argo Dwipangga dengan relasi Solo Balapan-Jakarta Gambir, Taksaka Tambahan dan Taksaka Lebaran untuk relasi Yogyakarta-Jakarta Gambir,

Untuk melayani rute Yogyakarta Tugu-Surabaya Gubeng akan dioperasionalkan kereta Sancaka Lebaran, dan dua rangkaian kereta Lodaya untuk rute Solo-Bandung, serta Mataram Ekspres yang melayani rute Pasar Senen-Lempuyangan.

Total tambahan tempat duduk dari kereta ekstra Lebaran yang akan dioperasionalkan mencapai sekitar 76.300 tempat duduk yang akan mendukung operasional 17 kereta reguler dari Daop 6 Yogyakarta dengan total kapasitas mencapai 277 ribu lebih tempat duduk setiap hari.

Pihak KAI lanjut Eko, memperkirakan sekitar 670 ribu penumpang yang akan menggunakan kereta di Daop 6 selama Lebaran.

“Untuk angkutan Lebaran tahun ini, kami memperkirakan ada kenaikan jumlah penumpang sekitar empat hingga lima persen dibanding tahun lalu,” katanya ya

Masa angkutan Lebaran 2019 ditetapkan mulai 26 Mei hingga 16 Juni dengan perkiraan puncak arus mudik terjadi pada 30 Mei dan puncak arus balik pada 10 Juni.

“Operasional angkutan Lebaran adalah kegiatan rutin dilakukan tiap tahun, namun kami pun selalu memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kelancaran operasi tetap kami siapkan dan rutin kami cek. Mulai dari kesiapan kereta dan lokomotif, serta kesiapan stasiun dan jalur perlintasannya,” katanya.

Kontributor: Kristian Muryad
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleIni 3 Pesan Menteri Basuki ke 1.000 CPNS Kementerian PUPR
Next articleTinjau UNBK Tingkat SMP, Ini Harapan Plt. Bupati Labuhanbatu