Debu Proyek Rel Kereta Api Labuhanbatu Ancam Kesehatan Anak

Labuhanbatu, PONTAS.ID – Sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk pengangkut tanah, yang lalu lalang melintas di jalan utama Desa N.2 menuju proyek pembangunan lintasan kereta api (rel kereta api) Rantau Prapat Kota Pinang (RPK 3), Warga Desa N2, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, memasang ban mobil bekas di bahu jalan, yang berada persis di depan rumah. Rabu (27/03/2019).

Pasalnya, truk-truk yang melintas menyebabkan debu tebal, yang sangat meresahkan warga. Bahkan tebalnya debu sampai masuk kerumah warga.

“Tebalnya debu sangat mengganggu aktifitas Kami, takutnya berdampak buruk bagi kesehatan, apa lagi anak-anak kami yang masih kecil,” ujar seorang warga Desa N2.

Sebelumnya, warga sempat menegur sopir truk untuk mengurangi laju kendaraan, supaya debu tidak terlalu tebal. Namun masih saja terlihat debu tebal selimuti jalan. Hingga akhirnya warga pasang ban bekas, guna mempersempit lebar jalan.

Warga berharap, kontraktor proyek lintasan kereta api segera melakukan penyiraman jalan utama Desa N2 sebelum ada korban akibat terlalu banyak menghirup udara yang tidak sehat.

“Kami mohonlah kepada bapak pemborong untuk melakukan penyiraman, apa lagi ini musim kemarau, debunya sangat tebal, pak,” kata warga, penuh harap pemborong mendengarkan keluhannya.

Penulis: Rizaldy Jow
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleLHKPN Rendah, ICW: Bukti DPR Enggan Transparan
Next articleModerator dan Penelis tak Akan Bocorkan Pertanyaan Debat Ke 4