Jakarta, PONTAS.ID – Pertamina telah melakukan tindakan penanggulangan musibah ceceran minyak di Teluk Balikpapan. Penanggulangan yang dilakukan ada di enam titik yakni Area Jetty, Semayang hingga Balikpapan Plaza, Kampung atas Air hingga Kampung Baru Ulu, Penajam, Teluk Balipapan dan Kariangau.
Hingga kemarin, Minggu (8/4/2018) penanggulangan Area Jetty telah selesai, namun tetap dilakukan patroli serta penghisapan sisa sisa minyak yang terkumpul, serta penanggulangan film minyak tipis.
“Sementara di area Semayang-Balikpapan Plaza, di sekitar pesisir dan perairan telah ditanggulangi dan secara visual bersih di permukaan,” ungkap Region Manager Communication dan CSR Pertamina Kalimantan, Yudy Nugraha kepada PONTAS.id, Senin (9/4/2018).
Sampah Domestik
Langkah selanjutnya yang saat ini dilakukan Pertamina, kata Yudi, adalah mengidentifikasi area batuan, dinding, maupun material lain yang sempat kontak dengan kontaminan.
Sebab, di Kampung atas air hingga Kampung Baru Ulu, masih terdapat lapisan film pada perairan yang berasal dari minyak yang terperangkap maupun kontak dengan sampah domestik yang berada di bawah perumahan warga.
“Area perairan di Penajam dan Teluk Balikpapan telah bersih sejak Jumat (6/4/2018), dan kami terus melakukan patroli untuk memantau kondisi area tersebut. Di Area Kariangau, pemberisihan di area pesisir masih terus dilakukan, dengan menurunkan patroli kapal unuk penyisiran,” imbuhnya.

Lapisan Film Minyak
Secara visual wilayah perairan Balikpapan sudah bersih, namun masih perlu dilakukan pembersihan sisa-sisa lapisan film minyak. Demikian halnya di titik pemukiman, perlu penanganan khusus sisa-sisa ceceran yang menempel di tanaman dan juga perairan di bawah pemukiman warga.
“Pertamina saat ini masih menurunkan 3 boat patroli dan 12 stand by untuk monitoring di enam titik tersebut,” kata Yudi.
Dikatakan Yudi, Pertamina juga masih menunggu hasil investigasi tim terkait penyebab musibah ceceran minyak di Teluk Balikpapan.
Namun demikian, Yudi mengaku, Pertamina telah melakukan berbagai langkah untuk penanggulangan warga dilakukan sebagai bagian dari program CSR Pertamina. Diantaranya mendukung kegiatan kerja bakti warga di Kampung Atas Air yang melibatkan 800 orang, dan menurunkan 300 orang untuk kerja bakti di Kampung Baru Dua Ulu.
Posko Kesehatan
Yudi menambahkan, pihaknya juga menerima laporan warga Kelurahan Damai, pada Sabtu (7/4/2018) terkait keluhan bau minyak di sekitar pemukiman warga dengan melakukan gas tes dengan hasil kadar Oksigen berada di level normal yakni 20,9 persen.
Esok harinya, lanjut Yudi, kembali dilakukan gas tes, karena masih ada laporan bau meyengat dari warga, dan setelah dilakukan pengecekan sumber bau berasal dari sampah warga yang berada di rumah mereka
“Pertamina lalu menurunkan tim untuk mengangkat sampah tersebut. Pertamina juga membuka posko kesehatan,” paparnya.
Yudi menjelaskan, dalam pemeriksaan yang dilakukan selama beberapa hari belakangan ini, kadar Oksigen berada di dalam range normal yaitu 19 – 23 persen. Kemudian, kadar carbon di bawah 20 ppm, combustible gas di bawah 5 persen LEL dan H2S dibawah 10 ppm.
“Selain itu juga dilakukan sosialisasi terkait hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam kondisi saat ini dan langkah-langkah yang diperlukan bila menemui kondisi tersebut,” pungkasnya.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS




























