
Bandung, PONTAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung akan menetapkan pasangan calon (paslon) pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bandung pada hari Minggu, 22 September 2024.
Adapun empat pasangan bakal calon yang telah mendaftar mengikuti Pilwalkot Bandung masing-masing, Muhammad Farhan-Erwin, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar, Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya dan Haru Suandharu-Dhani Wirianata.
Ketua KPU Kota Bandung, Wenti Prihadianti mengungkapkan, setelah tahapan pemeriksaan kesehatan, selanjutnya melaksanakan verifikasi administrasi dan menyandingkan hasil tes kesehatan dari masing-masing bakal pasangan calon.
“Yang pada akhirnya nanti tanggal 22 September kita akan tetapkan pasangan calon yang memenuhi syarat. Kita akan tetapkan dari bakal calon menjadi pasangan calon,” kata Wenti
Sebelumnya, terkait pemeriksaan kesehatan, Wenti mengatakan, pasangan Haru Suandharu-Dhani Wirianata, hari ini akan menyelesaikan serangkaian tes kesehatan.
Sementara, hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon (paslon) pada 4 September 2024 untuk bisa meneruskan proses tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bandung.
“Sesuai tahapan KPU pada tanggal 4 September pihak dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung harus menyampaikan hasil kesehatan kepada kami,” kata dia.
Wenti menambahkan, tiga dari empat bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang mendaftar ikut Pilkada Kota Bandung telah selesai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSHS Bandung.
Adapun ketiga pasangan yang telah selesai menjalani serangkaian tes kesehatan yakni Muhammad Farhan-Erwin, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar serta Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya.
25 Dokter Spesialis
Sementara itu, Direktur Utama RSHS Bandung Rachim Dinata mengatakan pihaknya melibatkan 25 dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
25 dokter spesialis ini disiapkan untuk memeriksa para calon kepala daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Jawa Barat.
Dia mengatakan terdapat tiga poin utama dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, yakni kesehatan fisik, mental, serta pemeriksaan narkoba.
“Ya jadi kita siapkan dokter nya ada 25 orang. Ada spesialis mata, kemudian ada THT untuk telinga dan hidung, Kemudian nanti ada beberapa penunjang seperti EKG (Elektrokardiogram), kalau perlu mungkin nanti ada CT Scan,” ujar Rachim.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya


























