Jakarta, PONTAS.ID – Produksi pangan nasional, merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, pangan merupakan salah satu dari lima masalah paling besar di Indonesia.
“Khususnya di masalah ekonomi sosial yaitu salah satunya adalah tantangan pangan,” ujar Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Senin, (12/3/18).
Dikutip dari laman BUMNtrack, Menurut ada tiga masalah dalam produksi pangan nasional, yaitu skala, integrasi yang tidak komplit dan akses. “Skala mambuat kita semakin tidak produktif, integrasi sepotong-sepotong, yang ke tiga yaitu akses, termasuk akses keuangan, teknologi, pasar dan distribusi,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk mengahadapai tantangan pangan disisi akses keuangan BUMN menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan CSR. Untuk teknologi BUMN menyediakan kartu tani.
“Jadi akses keuangan akses pasar, akses distribusi, itu disediakan semua. kemudian teknologi yang menghubungkan itu semua dengan data base itu namanya kartu tani jadi overall ini, jadi jni menunjukan bahwa kita hador untul negeri,” imbuhnya.
Peran BUMN dalam mengahadapi tantangan pangan dimulai dari proses penanaman dan proses panen. Sehingga, untuk menghadapi tantangan pangan para petani diminta jangan khawatir, karena ada BUMN.
“Benih segala macam seperti KUR, pinjaman sampai dengan pasca panen dimana kita akting sebagai pembantu dalam pengelola, penjualan, distribusi lalu kita ambil alih , sehingga kita bisa jaga kestabilitasan harga,” tutupnya.




























