Solo, PONTAS.ID – Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto resmi ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Berkarya periode 2017-2022. Tommy diputuskan menjadi orang nomor satu di partai baru tersebut dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-III Berkarya di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/3/2018).
“Menetapkan bapak Haji Hutomo Mandala Putra SH sebagai Ketua umum DPP Partai Berkarya periode 2017-2022, sesuai dengan periode SK Menkumham tahun 2017,” kata Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang membacakan keputusan tersebut.
Badaruddin mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mendengarkan pandangan dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya seluruh Indonesia. Pengangkatan tersebut tercatat dalam Keputusan Rapimnas ke-III Partai Berkarya Nomor 07/Keputusan/Rapimnas III Partai Berkarya/3/2018.
Tommy terpilih menjad Ketua Umum Partai Berkarya secara aklamasi diberikan hak penuh sebagai formatur tunggal untuk menyusun dan melengkapi kepengurusan DPP periode 2017-2022 sesuai dengan AD/ART dengan masa waktu tujuh hari dan pelaksanaan Rapimnas III.
“Dengan demikian kepengurusan ketua umum sebelumnya dinyatakan demisioner,” tuturnya.
Setelah tak ada interupsi dari para peserta Rapimnas, Badaruddin pun langsung mengetuk palu sidang tanda disahkannya Tommy menjadi Ketum Umum Partai Berkarya.
“Tok, tok, tok,” yang disambut tepuk tangan para kader Berkarya.
Sebelumnya Tommy menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. Dengan demikian akan terjadi perubahan sejumlah susunan kepengurusan dalam partai hasil gabungan Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik itu.
Usai acara seremonial, Tommy Soeharto lalu memulai pidato politiknya. Di awal pidatonya, Tommy meminta para kader merapatkan barisan untuk mencapai target partai yaitu mendapatkan 80 kursi di DPR RI.
Untuk mewujudkan hal itu, Partai Berkarya akan segera memilih bakal calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019. Tommy juga meminta para pengurus DPW segera melengkapi kepengurusan di tingkat DPD. Sebab dari 514 kota/kabupaten, Partai Berkarya masih belum memenuhi verifikasi faktual untuk 56 DPD.
“Masih ada sekitar 60 DPD, kiranya bisa segera diwujudkan di daerah masing masing. Dan juga menetapkan caleg-caleg,” kata Tommy dalam penutupan Rapimnas III Partai Berkarya di Hotel Lorin Solo, Karanganyar, Minggu (11/3/2018).
Dia juga mengatakan partainya akan segera membentuk kepengurusan di tingkat pusat. Dia menargetkan kepengurusan terbentuk dan dilaporkan ke Kemenkumham dalam waktu kurang dari 7 hari.
Berikut isi pidato lengkapnya yang sekaligus menutup rapimnas.
Assalamualaikum wr wb
Tak henti-hentinya kita ucapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa. Karena rahmat dan hidayahnya kita dapat berkumpul bersama dan menyelesaikan rapimnas ketiga dalam dua hari ini. Dan mudah-mudahan yang kita tentukan dan kita tetapkan dalam rapimnas ini bisa membawa kemaslahatan umat rakyat Indonesia. Karena kita memang di sini berjuang untuk rakyat, bukan untuk diri kita sendiri. Dan karenanya marilah kita rapatkan barisan, bulatkan tekad untuk Indonesia yang lebih maju, lebih sejahtera, lebih adil dan makmur.
Dan kita telah mencanangkan target-target dalam pemilu legislatif yang akan dilakukan bulan April 2019. Semoga apa yang kita canangkan bisa terwujud dan terkabul. Dan segenap kader Partai Berkarya akan selalu diberikan rahmat dan hidayah Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga apa yang kita cita-citakan untuk mewujudkan kader-kader kita di DPR RI dengan 80 kursi dapat kita wujudkan.
Dan dengan reposisi yang ada ini, dan mandat yang diberikan kepada saya sebagai ketum akan saya gunakan sebaik-baiknya amanah ini. Dan kembali tetap kita harus bergotong royong membesarkan partai ini dan mewujudkan target-target yang telah ditetapkan.
Mudah-mudahan juga para pengurus DPW akan segera menghidupkan kepengurusan DPD-DPD yang belum terwujud. Masih ada sekitar 60 DPD, kiranya bisa segera diwujudkan di daerah masing-masing, dan juga menetapkan caleg-caleg.
Adapun dari pusat, dalam waktu sebelum dari tujuh hari akan bisa diterapkan kepengurusannya dan pelantikannya. Karena waktu singkat, kami akan melantik diri sendiri untuk segera bekerja lebih cepat. Karena yang diperlukan bukan seremonial tapi kerja nyata kita.
Saya kira ini yang kita tetapkan, canangkan, saya ingin canangkan semangat dengan yel-yel. Kalau saya sebutkan ‘Partai Berkarya’, jawab ‘menang’. Kalau saya bilang ‘rakyat’, bilang ‘makmur’.
Partai Berkarya (Menang), Rakyat (Makmur). Insyaallah akan bisa terwujud.
Sekali layar terkembang, surut kita berpantang.
Wassalamualaikum wr wb.




























