Abun Bunyamin Kukuhkan PWNU se-Jawa Barat

Indramayu, PONTAS.id– Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)se-Jawa Barat masa hidmat 2021-2025, resmi dilantik bertempat di Ponpes Hidayatut Tholibin, Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/11/2021).

Ketua Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat, Dr KH Abun Bunyamin dalam sambutannya bahwa banyak yang akan menjadi penerus PWNU di Jabar, maka harus siap membangun para santri dan masyarakat Jawa Barat.

“Saya berharap kepada Ketua PWNU yang baru bisa membesarkan NU di Jawa Barat dan supaya NU bisa mengembangkan Rumah Sakit NU dan Pendidikan,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan dukungannya saat memberikan sambutan di depan semua tetua NU, bahwasanya pemerintah Jawa barat memiliki program untuk membentuk Hafid – Hafid Quran 5.000 Desa dan sekarang sudah 2.300 Desa yang sudah terlaksana berkat NU.

Kang emil juga menyampaikan selamat kepada pengurus PWNU Jawa Barat perbanyak kolaborasi kurangi kompetisi.

“Selamat kepada pengurus PWNU Jawa Barat perbanyak kolaborasi kurangi kompetisi,” ucapnya.

Dalam sambutanya Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad juga mengatakan, sebagai ketua PWNU yang terpilih akan mempunyai program dan ingin memajukan NU Jawa Barat di sektor pengembangan Dakwah, ekonomi, serta kesehatan tentu akan menjadi program prioritas.

Gebrakan awal kita akan laksanakan konsolidasi internal baik dari PWNU maupun dari PCNU yang ada di seluruh Jawa Barat,” kata dia.

Ia menuturkan, hal itu guna untuk membangkitkan semangat seluruh pengurus yang ada di Kabupaten ataupun yang ada di Provinsi.

“Konsolidasi ini diambil dalam rangka membangkitkan semangat para pengurus yang ada di PWNU maupun seluruh PCNU se-Jawa barat,” terangnya.

Saat disinggung isu pembubaran Majelis ulama Indonesia (MUI) pihaknya menegaskan ketika ada orang yang bermasalah di MUI yang diambil adalah orang yang bermasalahnya.

“Ketika ada persoalan di internal MUI maka yang harus diambil adalah orang yang berbuat masalah,” Pungkasnya.

Selanjutnya, kata Dia, MUI masih sangat penting bagi bangsa Indonesia. “Jadi saya masih sangat mendukung MUI tetap berada. Untuk membantu pemerintah dalam hal persoalan agama,” tandasnya.

Acara ditutup dengan Tausyiah dari Ketua umum PBNU, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroq, dalam tausiahnya beliau menegaskan, tugas NU harus memelihara Kapital supaya para ulama bisa mengerti dan menghayati. “Islam merupakan agama peribadatan dan akan nur qoriah.” Tutup Prof. Dr. KH Said Aqil Siroq.

Acara pelantikan PWNU dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof. K.H. Said Agil Siraj, Sekretaris Jenderal PBNU Hilmi Faisal ZainiI, Ketua Rais Syuriyah PWNU Dr. K.H. Abun Bunyami, Gubernur Provinsi Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, Ketua Umum PSSI Komjen Pol. ( PURN ) Mochamad Iriawan, Danrem 063 Kolonel Inf. Elkines Vilando Dewangsa, Kabid Propam Polda Jabar ( Pamen Asistensi ) Kombes Pol. Yohan Priyoto, Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono, Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif, seta Dandim 0616 Indramayu Letkol Inf. Teguh Wibowo.

Penulis : Cartono
Editor : Fajar Virgyawan Cahya

Previous articleFraksi PAN Terima Penghargaan ‘Fraksi Peduli Isu Kesehatan’ oleh Wartawan Parlemen
Next articleRaih Legislator Visioner dan Inovatif, Herman Herry: Motivasi Bagi Saya Tetap Berkiprah