Ketua MPR Ajak Finalis Putri Otonomi Indonesia Dukung Pemberdayaan Desa

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi penyelenggaraan Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2024 yang berlangsung di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Bamsoet mengatakan melalui gelaran Putri Otonomi Indonesia, para finalis dapat memperoleh berbagai pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam mendukung kemajuan daerah.

“Berbagai ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang telah diterima selama mengikuti ajang Putri Otonomi Indonesia 2024, menjadi bekal utama bagi para finalis dalam membantu pemerintah memajukan daerah. Terlebih para finalis berasal dari kalangan milenial. Perempuan dan milenial adalah dua kekuatan sosial bangsa Indonesia,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (11/6/2024).

Hal ini disampaikannya usai menerima 15 finalis Putri Otonomi Indonesia 2024, di Jakarta.

Pada gelaran Putri Otonomi Indonesia 2024, Raphaella Chayla Shaka, perwakilan dari Kabupaten Klaten Jawa Tengah, terpilih menjadi Juara Putri Otonomi Indonesia tahun 2024

Sementara Juara Runner-up 1 diraih Rosanna M. James (Kab. Minahasa Utara), Runner-up 2 diraih Laili Soimaturrohmah (Kab. Trenggalek), Runner Up 3 diraih Niken Gesdianlie (Kab. Dharmasraya) dan Juara Favorit diraih Ananda Dwi Putri (Kab. Serdang Bedagai).

Bamsoet yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengungkapkan selain terpilih sebagai juara dan runner up, para finalis lainnya juga diberikan kepercayaan memegang gelar berbagai duta.

Gelar ini meliputi, Duta Olahraga Luqyana Anjaryava (Kab. Serang), Duta Investasi Marshanda Annisa H. (Kab. Tulang Bawang), Duta Energi Terbarukan Tsalsa Putri Thahira (Kab. Bandung), Duta Rupiah Clarissa Vania (Kab. Kuansing), Duta Bangga Memakai Produk Indonesia Lisa Maulida (Kab. Deli Serdang), Duta Keluarga Berencana Sela Septiana (Kab. Empat Lawang), Duta Anti Narkoba Anja N. Hariyanto (Kab. Sleman), Duta Lingkungan Hidup Melvania Gifa (Kab. Bogor) serta Duta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Anak Agung Istri Ananda Pramesti (Kab. Klungkung). Ada juga Duta Empat Pilar, Devi Wava Waviq yang berasal dari Kabupaten Jember.

“Di balik berbagai gelar duta yang disematkan, tersimpan tanggung jawab besar untuk diimplementasikan. Di sisi lain, selain menjadi kebanggaan dari masing-masing daerah yang mereka wakili, finalis Putri Otonomi Indonesia 2024 juga menjadi kebanggaan perempuan dunia. Karena itu mereka juga harus memperlihatkan kepada dunia seperti apa perempuan Indonesia sesungguhnya. Sampaikanlah pesan ke berbagai penjuru dunia, bahwa perempuan Indonesia merupakan agen perdamaian dunia” jelas Mantan Juri Putri Otomotif IMI 2021 itu.

Bamsoet pun mengajak para finalis Putri Otonomi Indonesia 2024 untuk mendorong pemberdayaan desa melalui DEWA (Desa Wisata Agro), DEWI (Desa Wisata Industri), dan DEDI (Desa Digital).

Menurutnya, slogan ‘Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnisnya Mendunia’ akan menjadi tren dalam menurunkan laju urbanisasi. Hal ini juga menjadi magnet yang akan menarik minat generasi muda untuk kembali ke desa, membangun daerahnya, dan mengoptimalkan berbagai potensi dan peluang.

“Sawah, gunung, laut, dan bentangan keindahan alam lainnya, bisa dimanfaatkan setiap desa untuk mengembangkan DEWA, DEWI, dan DEDI, sehingga akan memberikan efek luar biasa dalam menyerap tenaga kerja dan mendatangkan pemasukan bagi masyarakat sekitar pedesaan. Terlebih pemerintah telah mengalokasikan Dana Desa mencapai Rp 71 triliun atau naik 1,42 persen dibandingkan 2023. Prioritasnya, pendanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

 

Previous articlePimpin Kejati Jawa Barat, Jaksa Agung Pilih ‘Srikandi Adhyaksa’
Next articleTransformasi dan Inovasi China Fantastik, Bamsoet: RI Kalah Jauh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here