Jembatan Ambruk Diabaikan Pemprovsu, Warga Minta Jokowi Turun Tangan

SERGAI, PONTAS. ID – Sudah hampir dua tahun lantai jembatan ini ambruk ke bawah sungai, dan sekitar dua bulan yang lalu sebagian lantai dasarnya ambrol ke dasar sungai. Otomatis, jalan vital yang menghubungkan kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan kabupaten Deli Serdang terputus.

Berdasarkan keterangan dari sumber di lokasi menyebutkan, kalau usia Jembatan Besi yang berada di bantaran Desa Titi Besi kecamatan Galang (Kabupaten Deli Serdang), merupakan batas dengan Dusun I Desa Pulau Tagor kecamatan Serba jadi (Kabupaten Serdang Bedagai) dibuat sekitar 30 tahun lalu (1994).

Titi Besi ini berada dijalan lintas antar kabupaten, dan selama ini dikelola oleh Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

Hal ini dikatakan oleh Tengku Ishak (45) Kepala Dusun I Desa Pulau Tagor, kecamatan Serbajadi – Sergai didampingi beberapa warga lainnya kepada awak media saat dikonfirmasi, dilokasi Titi Besi, Kamis (12/1/2024).

“Kami kecewa dengan sikap pemerintah Provinsi Sumut yang melakukan pembiaran, hingga terputusnya akses jalan ini hampir sebulan yang lalu. Sebelumnya, memang lantai dasar beton jembatan ini sudah jebol, tapi masih bisa dilintasi mobil pickup atau truk Colt Diesel yang membawa hasil pertanian, baik dari Deli Serdang atau Sergai. Sekarang para pemilik hasil pertanian, seperti pengangkutan sawit, Ubi Kayu atau sayuran harus melintasi Desa Tambak Cekur – Pulo Gambar, yang diperkirakan jalan memutar tersebut sejauh 7 kilometer. Otomatis, nilai tambah dari hasil pertanian itu jadi lebih tinggi, selain nilai ekonomis tentu faktor waktu juga bertambah”, jelas Tengku Ishak.

Untuk itu, lanjut Ishak atas nama warga meminta kepada Presiden Jokowi untuk membantu memperbaiki jembatan Titi Besi ini. Hal ini disebabkan, Pemprovsu yang mempunyai kewenangan, tidak peduli lagi dengan kondisi jalan dan jembatan dibawah kewenangan pemerintah Provsu.

“Padahal, anggaran 2,7 Triliun semasa Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meme ringan, setidaknya sebahagian kecil bisa dikucurkan untuk memperbaiki jembatan ini. Tapi ini tidak dilakukan, apakah karena wilayah ini jauh dari ibukota Provinsi Sumut (Kota Medan). Atau, jalan perlintasan ini jarang dilalui oleh pejabat teras dari provsu. Kami juga sudah meminta bantuan dari Bupati Sergai Darma Wijaya melalui Dinas PUPR Sergai, tetapi karena bukan kewenangan Pemkab Sergai nantinya bisa menjadi temuan dari BPK atau KPK. Tetapi, Bupati Darma Wijaya yang dulunya semasa lajang kerap bermain-main disini, berjanji akan memberikan bantuan sementara berupa lantai sementara dari barang Kelapa. Minimal,mobil kecil atau pick up bisa melintas dan tidak macam sekarang ini, sepeda motor saja harus dituntun agar tidak terperosok kedalam sungai Ular yang cukup dalam ini”, pungkas Ishak.

Ilham (43) salah seorang warga Desa Pulau Tagor yang saat itu mendampingi Kepala Dusunnya, menambahkan kalau jebolnya lantai jembatan ini sudah viral di medsos.

“Padahal, jembatan Titi Besi ini sudah viral dibuat warga yang merasa kesal dengan sikap pemerintah. Mungkin para pejabat itu masih sibuk dengan pemilu, apakah nantinya masih bertahan menjadi pejabat atau tersingkir, jadi soal kepentingan masyarakat kecil ini tidak di perhatiannya. Padahal, beberapa kali kami ke Dinas PUPR Sergai mendapat penjelasan kalau sesuai kewenangan Pemkab Sergai, sudah sejak bulan Nopember 2023 pihak Pemkab Sergai sudah beberapa kali menyurati pihak Pemprovsu”, imbuh Ilham.

Kepala Dinas PUPR Sergai, Johan Sinaga yang saat itu berada di lokasi ketika dikonfirmasi langsung mengatakan, “Benar apa yang dikatakan warga, bang. Sejak bulan Nopember 2023 yang lalu, ada beberapa surat yang kami kirimkan ke Gubernur Sumut dan Kadis PUPR Provinsi Sumut. Bahkan, Kapolres Sergai juga sudah mengirimkan surat ke Gubernur Sumut dengan tembusan Kapolda Sumut, meminta perhatian Pemprovsu sesuai kewenangannya untuk perbaikan jembatan ini. Karena, jembatan ini sangat vital untuk perlintasan kenderaan yang membawa hasil bumi. Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai ( Sergai), merupakan daerah penghasil pertanian yang komo ditanya termasuk besar di Sumut. Sesuai instruksi Bupati Sergai, kami berusaha sementara ini untuk membantu bagai mana kenderaan kecil bisa melewati jembatan ini. Jelas, kalau permanen di bantu nantinya bisa menyalahi aturan dan tadi kita sudah mempelajarinya, sementara kita pergunakan barang Kelapa. Kita berharap kepada warga, agar nantinya mampu menjaga jembatan tan ini dari Truk berbobot besar, aga tidak melintas “, tutup Kadis PUPR Sergai.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Rahmat Mauliady

 

Previous articleUMKM Naik Kelas, Merry Riana Buka Gerai Martabak Pecenongan 65A
Next articleSempat Tersendat, PT Gendis Regency Akhirnya Janji Lunasi Tanah Petani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here