Semarang, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad bertemu dengan ratusan masyarakat lainnya yang memiliki beragam profesi untuk menyerap aspirasi di Aula Kantor Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Dalam pertemuan ini lapisan masyarakat menyampaikan keluhan soal mahalnya harga gula, sulitnya mencari benih ikan, hingga soal dampak buruk kemajuan teknologi informasi.
Fadel Muhammad mengatakan dirinya datang ke Semarang atas undangan Denty Eka Widi Pratiwi. “Di sini kita mendengar berbagai macam aspirasi masyarakat mengenai masalah-masalah yang kurang atau belum mendapat perhatian dari pemerintah”, ujarnya.
Mendapat curhatan tingginya harga gula, mantan Gubernur Gorontalo itu mengatakan dirinya akan menyampaikan langsung masalah itu kepada menteri terkait. “Terkait harga gula yang semakin mahal, nanti saya akan telpon Menteri Perdagangan”, ujarnya. “Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dulu merupakan Pimpinan MPR”, tambahnya.
Dirinya berharap setelah melaporkan naiknya harga gula ke rekan yang ada di eksekutif, laporan itu segera ditindaklanjuti dengan menurunkan stafnya untuk datang ke Jateng.
Demikian pula bila ada nelayan dan petani kekurangan bibit ikan dan benih, dirinya juga akan menyampaikan kepada menteri terkait.
Fadel Muhammad menegaskan kepala daerah seperti gubernur, walikota, dan bupati, harus bertanggungjawab terhadap produksi rakyat. “Kepala daerah tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap masalah yang ada”, paparnya. “Masyarakat harus diberdayakan”, tambahnya.
Memperhatikan masalah yang ada ditegaskan merupakan tugas utama yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Hal demikian menurutnya dilakukan saat dirinya menjadi Gubernur Gorontalo. Baginya keberhasilan seorang kepala daerah adalah dengan terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat dan turunnya kemiskinan.
Penulis: Herdi
Editor: Pahala Simanjuntak




























