DPUBM Ganti Jembatan Penghubung 3 Desa Di Kecamatan Pakis, Tuntas 100%

Malang, PONTAS.ID- Pergantian jembatan yang terletak di perbatasan antara desa Saptorenggo, Asrikaton dan Ampeldento Kecamatan Pakis Kab Malang telah selesai 100% dan saat ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Pantauan PONTAS.ID Rabu (6/12/2023) kondisi jembatan tersebut sudah tidak ada pekerja dan sudah bersih dari material bangunan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Fendi Sujatmiko saat dikonfirmasi melalui via seluler pada (6/12/2023) mengatakan, pelebaran jembatan ini memang sangat diperlukan, mengingat lokasinya berada di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan 3 desa.

“Kondisi jembatan yang dulu dengan panjang 4,4 lebar 5,9 tinggi 1,8 meter sekarang kondisinya sudah berubah menjadi panjang 6 lebar 6 dan tinggi 2,3 meter,” jelasnya.

Jembatan dengan desain Box Culvert ini menghabiskan dana sebesar Rp 447 jutaan dan selesai pada tanggal 1 Desember kemarin. Menurut Suwaji, Kepala Desa Saptorenggo mengatakan dirinya atas nama pemerintahan desa mengucapkan terima kasih pada DPUBM Kabupaten Malang telah dibangunkan jembatan ini. “Karena sebelum dibangun sering terjadi banjir sampai airnya meluber ke jalan dikala musim hujan,” ujar Suwaji saat ditemui dikantornya, Rabu (6/12/2023).

Suwaji juga membeberkan, dengan terbangunnya jembatan ini merupakan hasil Musrenbangdes 2 desa antara Desa Saptorenggo dan Asrikaton tahun lalu. “sering lo mas, terjadi kecelakaan di daerah dekat jembatan itu, ruas jalannya sempit dan banyak pengguna jalan yang berpapasan gantian lewat. Apalagi pas musim penghujan, sudah banjir pasti ada kecelakaan,” bebernya.

Kades Saptorenggo berharap agar tahun depan ada pelebaran ruas jalan Saptorenggo – Ampeldento mulai dari arah utara ke selatan, dengan lebar kanan kiri ditambah sekitar 2 meter.

Penulis: Bagus Yudistira

Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articlePartai Gelora Yakin Prabowo Gibran Memenangi Pertarungan di DKI, Jabar dan Banten
Next articleRasa Syukur Memasuki Musim Tanam, Pemdes Terusan Gelar Sedekah Bumi