Rusaki Terumbu Karang, Bupati Minta Amankan Pukat Trawl

SERGAI – PONTAS.ID – Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Darma Wijaya meminta seluruh aparatur keamanan laut, agar memprioritaskan masalah Pukat Trawl yang kerap mengambil habitat hewani laut di perairan Sergai.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Darma Wijaya saat membuka Pendidikan Latihan (Diklat) Pemberdayaan Masya rakat, Basic Safety Training – Kapal Layar Motor (BST – KLM) guna memperoleh Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 yang diikuti oleh 350 peserta, dari berbagai wilayah di Sergai.

Acara dilaksanakan di Wisma Lasmaria Desa Pematang Cerai, kecamatan Tan Jung Beringin – Sergai, Senin (24/7/2023). Bupati Darma Wijaya juga mengapresi asi Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Beringin, bersinergi dengan Politeknik Malahayati Aceh melaksanakan diklat ini.

“Ini adalah yang pertama di Sergai, dan tahun lalu di Deli Serdang dan kenapa ini hal yang membanggakan, antara Aceh dan Sergai. Malahan sekitar 10.000 nelayan yang ada di 5 kecamatan di Sergai, banyak warga suku Aceh. Jadi, diklat ini tidak mudah melaksanakannya dan untuk inilah kita apresiasi,” kata Bupati.

Darma Wijaya juga memaparkan panjang pesisir pantai di Sergai ada 95 km, dan ada 5 kecamatan di kawasan pesisir yang didominasi oleh nelayan tradisional.

“Saat ini problem pukat Trawl yang dilakukan oleh kapal nelayan dari Kabupaten Batubara (Pagurawan) dan Tanjung Balai, cukup meresahkan karena alat yang mereka pergunakan menghancurkan terumbu karang, di mana habitat hewani laut berkembangbiak. Sesuai aturan, Bupati dan jajaran nya tidak punya kewenangan menangani masalah ini, tetapi para nelayan ini warga kabupaten Sergai, dan sedikit banyaknya pemkab Sergai juga bertanggungjawab atas ke langsung aja kehidupan warganya,” jelas Bupati Darma Wijaya.

Di sini dan saat ini, lanjut Bupati Darma Wijaya ada bersama pihaknya Danlantamal I Belawan, Syahbandar Utama Belawan dan lainnya yang punya komptensi dan kewenangan dalam melakukan pengamanan di laut sesuai undang-undang.

“Mari kita berkolaborasi bagaimana mengatasi permasalahan nelayan tradisional ini, karena menyangkut hidup dan kehidupan warga yang harus kita perha tikan, sekaligus menghindari bentrokan sesama nelayan yang dapat memicu korban jiwa dan material. Kemarin ad@ usulan dari perwakilan nelayan, jika pem kab Sergai membeli Kapal Patroli untuk melakukan pengamanan di laut, kemana akan diserahkan. Karena jajaran Pemkab Sergai tidak punya kewenangan untuk melakukan pengamanan itu, apakah ke Satpol Air atau KPOP?, “imbuh Darma Wijaya.

Bupati juga mencontohkan, peternak di Gunung memelihara ikan di kolam, pakannya dibeli sementara nelayan tidak pernah memberi pakan ikan di laut, kerjanya tiap hari mencari ikan di laut.

“Tetapi penghasilan peternak ikan di gunung, jika dihitung lebih besar dari nelayan yang mencari ikan di laut. Kalau ini sama-sama kita bina, maka niscaya penghasilan para nelayan laut ini akan meningkat. Apalagi dengan adanya diklat ini, dimana nantinya akan muncul nelayan yang punya kompetensi karena sudah punya sertifikat. Makanya diklat ini sangat kita apresiasi dan semoga berkelanjutan”, tandas Bupati.

Sebelumnya, turut memberikan laporan Ketua Panitia Diklat, Kepala Kantor UPP Tanjung Beringin, Luderwijk Siahaan, sambutan mewakili Direktur Politeknik Malahayati Aceh,Danlantaman I Belawan, Laksamana Pertama TNI, Johanes Djanarko Wibowo diwakili oleh Kabag Ops. Letkol TNI/AL, Hendrick, Ke pala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Capt. Bharto Ari Raharjo.

Turut hadir,Kapolres Sergai diwakili Kasat Lantas AKP Andita Sitepu, Kadis Perhubungan Sergai, Gunawan Hasibuan, Plt. Kadis Kominfo Sergai Ingan Malem Tarigan, Kadis Pertanian Sergai, Forkopimcan Tanjung Beringin, para Kepala Desa dan 350 peserta diklat.

Penulis:Andy Ebiet
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleSegel Galangan Kapal Al Zaytun, Ini Alasan Bupati Indramayu
Next articleRawan Kecelakaan, Polres Indramayu Sebar Anggota Ke Titik Persimpangan