Sebulan Gempa Cianjur, 700 Jemaat Hadiri Ibadah Natal di Tenda

Ibadah perayaan natal di Gereja Santo Petrus, Kota Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (25/12/2022) //Foto:BNPB

Jakarta, PONTAS.ID – Sekitar 700 an warga Kota Cianjur mengikuti perayaan natal di Gereja Santo Petrus, Kota Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (25/12/2022). Perayaan ini, bertepatan 35 hari pasca gempa Cianjur yang merenggut lebih dari 600 jiwa meninggal dunia dan ribuan rumah rusak.

“Acara keagamaan ini dilaksanakan dengan menggunakan tenda yang didirikan di depan gereja. Tampak tenda besar bernuansa biru dan putih berdiri kokoh di halaman depan pintu masuk gereja,” jelas Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya.

Pemilihan lokasi depan gereja itu kata Muhari dikarenakan kondisi Gereja Santo Petrus yang mengalami rusak berat pasca gempa. “Selain itu, peniadaan kegiatan ibadah di dalam gereja juga untuk menghindari rasa trauma apabila terjadi gempa susulan yang dapat menggangu jalannya ibadah keagamaan,” ungkapnya.

Petugas keamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri terlihat berjaga di pintu masuk. Setelah pintu masuk, nampak sejumlah panitia melakukan screening awal berupa pengecekan suhu tubuh, pemberian handsanitizer dan pembagian masker bagi jemaat yang tidak membawa. “Hal ini dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19,” terangnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan warga cianjur dengan sikap toleransi antarumat beragama dalam menghadapi situasi pasca gempa.

“Masa tanggap darurat kini sudah beralih ke masa transisi pemulihan. BNPB juga secara konsisten terus mendampingi pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat, transisi pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi,” tukas Muhari.

Ketua panitia natal di Gereja Santo Petrus, Intan Simarmata menuturkan, warga cukup antusias dalam perayaan natal di tengah kondisi pascagempa.

“Malam (24/12) sama pagi ini (25/12), sepertinya ada 700 warga yang hadir disini, cukup antusias sekali walaupun situasi seperti ini, warga tetap suka cita untuk bergabung merayakan natal bersama,” ujar Intan.

Hal senada juga diungkapkan Supri salah satu jemaat Gereja Santo Petrus, dirinya mengaku ingin bangkit setelah kejadian pascagempa.

“Saya sangat optimis terhadap kebangkitan cianjur, toleransi antar umat beragama dalam masa darurat kemarin juga telah menjadi bukti bahwa kita bisa bangkit bersama,” ungkap Supri.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articlePemerintah Provinsi Bengkulu Dukung Pembangunan Pesantren, MPR: Wagub Bengkulu Punya Komitmen Keumatan
Next articleResto Nuansa Pegunungan di Pasuruan, ‘Calli Mera’ Usung Arsitektur Yunani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here