Dinas Kesehatan Asahan Bantah Berita Penelantaran Pasien

Asahan, PONTAS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mengklarifikasi pemberitaan yang dimuat salah satu Media Online pada Sabtu (15/10/2022) lalu tentang penelantaran pasien bernama Buyung Lubis (63) yang mengalami kebutaan pasca pemberian vaksin Booster.

“Tudingan terhadap Dinas Kesehatan seperti yang ada didalam pemberitaan tersebut bukan merupakan fakta sesungguhnya,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, drg. Harles Ramdani Sinulingga, Senin (31/10/2022).

Dia menegaskan, kebutaan yang dialami pria warga Kelurahan Tegal Dari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Asahan itu bukan merupakan efek dari penggunaan Vaksin Booster sesuai yang disampaikan oleh dr. Lili Rahmawati.

“Kita telah bekerjasama dengan Komda KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yaitu dr.Lili Rahmawati beserta Tim yang telah memeriksa serta meneliti hasil pemeriksaan terkait kondisi pasien dan dihadapan keluarga Bapak Buyung Lubis mereka mengatakan bahwa kebutaan yang terjadi bukan karena vaksinasi Covid-19,” bebernya.

Diapun mengungkapkan tentang kronologi sebenarnya tentang Buyung yang mengikuti Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh salah satu OKP di Kabupaten Asahan pada Minggu, 28 Agustus 2022 sekitar pukul 13.00 Wib, pelaksanaannyapun kata Ramdani telah dilakukan sesuai dengan SOP dengan Skrining dan wawancara oleh petugas sebelum memvaksinasi Buyung dengan jenis Vaksin Pfizer.

Namun sekitar pukul 18.00 Wib pasca vaksinasi si pasien tidak dapat melihat dan pada hari Senin, 29 Agustus 2022 pihak keluarga membawa Buyung ke Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran dan oleh Dokter Spesialis Mata si pasien dirujuk ke Rumah Sakit Mata SMEC, Medan untuk mendapatkan penanganan yang lebih dengan peralatan yang terbaik namun pihak keluarga tidak bersedia.

“Pasien mau dirujuk ke Rumah Sakit Mata SMEC Medan pada 5 September 2022 untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif dan diantarkan langsung oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan begitu juga ketika mendapatan perawatan di Rumah Sakit Materna dan Rumah Sakit Haji Medan dan selama perawatan seluruh biaya termasuk biaya hidup pasien sepenuhnya ditanggung Dinas Kesehatan Asahan karena itu merupakan tanggung jawab kita dan

tidak benar kami menelantarkan pasien tersebut bahkan kami juga memfasilitasi pasien untuk mendapatkan kartu BPJS Kesehatan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Inforalmatika Kabupaten Asahan, Syamsuddin dalam keterangannya sangat menyayangkan pihak Media Online yang telah memberitakan tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi langsung kepada kedua belah pihak (pasien dan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan.

“Seyogyanya media harus meminta keterangan dari kedua belah pihak agar berita yang dimuat dan ditayangkan sesuai fakta yang riil sehingga tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat”, tandasnya.

 

Penulis : Bayu Kurnia Jaya

Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleSetjen DPD Terima Masukan BRIN soal RUU Pemerintahan Digital
Next article7 Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Ranperda APBD Asahan Tahun 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here