Kapolsek Terisi AKP Hendro Ruhandra membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar telah terjadi Gangguan Keamanan Ketertiban Masyarakat (GKTM), diduga korban depresi juga penyakit TBC yang tak kunjung sembuh, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Saat hendak akan dilakukan autopsi pihak keluarga tidak memberikan ijin,” jelas AKP Hendro.
Menurut keterangan saksi, Waskiah, pada saat menolong korban kondisinya sudah meninggal dunia dan dari kemaluannya keluar air mani korban pada saat menggantungkan diri dengan menggunakan tali tambang yang panjangnya sekitar 1 meter, di ikat di penyangga atap dapur.
Kemudian, lanjutnya, korban naik kursi duduk yg terbuat dari penjalin, lalu tali tambang di lilitkan ke leher kemudian korban menendang kursi sehingga korban menggantung dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Sedangkan saksi, Fian Eka Prasetya menambahkan korban diduga melakukan bunuh diri dikarenakan depresi dan terlilit utang di Bank. “Saya kemudian melaporkan peristiwa ini ke penghuni kost lainnya serta ke ketua RT dan aparat kepolisian,” ujar Eka.
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Penulis: Cartono
Editor: Fajar Virgyawan Cahya