Kehadiran Digitalisasi Membantu Kerja DPR Menuju Parlemen Moderen

Gedung DPR
Gedung DPR

Jakarta, PONTAS.ID – Keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sudah memasuki usia ke-77 tahun tepat pada 29 Agustus. Usia yang bisa dikatakan tidak lagi muda dalam suatu kelembagaan negara. Dan tepat di usia ke-77 ini, DPR ingin menghadirkan suatu trobosan melalui digitalisasi demi menuju parlemen moderen.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menuturkan dalam perkembangan era digitalisasi sekarang ini, kerja-kerja dari wakil rakyat sudah bisa dipantau melalui platform-platform yang sudah tersedia saat ini mulai dari Youtube, Instagram, Facebook, Zoom Meeting maupun platform digital lainnya sewaktu-waktu bisa diakses oleh publik.

“Saat ini kerja-kerja dari DPR sudah bisa diaksesk oleh publik, mulai dari platform apapun hanya tinggal memaikan jari jemari, kekuatan akses internet hingga penggunaan gadget yang sudah canggih membuat semua akses publik tanpa terkecuali kerja DPR bisa diakses,” kata Firman kepada PONTAS.ID, Rabu (10/8/2022).

Memasuki tahun 2020, Indonesia harus merasakan dampak Covid-19 mau tidak mau harus dirasakan masyarakat adanya virus ini dan dampak sosial maupun pekerjaan yang harus dibatasi ruang geraknya. Karena itu, Firman bilang keberadaan digitalisasi mau tidak mau, suka atau tidak suka harus mengikut semuanya termasuk kerja-kerja DPR.

“Dan adanya digitalisasi inilah, kerja-kerja dari DPR dijalankan mulai dari ingin mencari tahu sosok wakil rakyat, program kerja tiap Komisi maupun Alat Kelengkapan Dewan (AKD) maupun rapat-rapat kerja yang diikuti DPR-Pemerintah. Semua itu bisa diakses hanya dengan hitungan menit maupun detik,” ujar Anggota Komisi IV DPR ini.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut, kehadiran digitalisasi saat ini membuat kerja DPR sangat terbantu untuk menuju parlemen moderen. Terlebih, bagi wakil rakyat tidak bisa hadir secara fisik datang untuk rapat maupun sidang paripurna. Keberadaan paltform digital sangatlah membantu.

“Apalagi, kalau ada anggota yang sedang sakit ataupun berhalangan hadir karena suatu hal dan mengharuskan ada dalam rapat tersebut, maka penggunaan platform digital harus memang sangat diperlukan,” tutur Firman.

Anggota Baleg DPR RI ini, bilang dari semua fungsi dan tugas pokok DPR seperti contoh legislasi saja, dengan menggunakan platform digital apapun publik bisa mengakses seperti rapat kerja bersama pemerintah, maupun undang-undangan akan ataupun sedang dibahas. Publik bisa mencari tahu informasi seperti apa yang sedang dibutuhkan,” tuturnya.

Firman melanjutkan, di era digitalisasi semua bentuk transparansi kerja dari wakil rakyat bisa terlihat dan publik tidak perlu menunggu terlalu lama akan informasi yang ingin didapat. Karena dengan menggunakan kecanggihan teknologi serta dukungan paltform digital maupun akses internet apapun diinginkan akan ceopat sampai.

“Begitu juga dengan kerja-kerja kami di DPR, publik bisa mengakses apapun semua informasi dari kami, karena kami ingin transparansi dan memberikan tanggungjawab sebagai wakil rakyat dengan menyampaikan aspirasi mereka sudah mempercayai kami di Senayan melalui tekonologi digital sehingga wujud parlemen moderen bisa capai sampai nanti kedepannya.

Perkuat Teknologi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan, penggunaan teknologi informasi sangat dibutuhkan bagi DPR untuk membuka akses masyarakat memperoleh informasi terkait kegiatan parlemen.

Menurut dia, teknologi informasi menjadi sarana bagi masyarakat untuk dapat mengakses berbagai keputusan yang dihasilkan DPR misalnya setiap rapat alat kelengkapan dewan (AKD) dan Rapat Paripurna, hasilnya bisa langsung diakses masyarakat.

“Kami ingin apapun hasil rapat AKD bisa langsung diakses publik, termasuk masyarakat di daerah pemilihan (dapil) dapat mengetahui apakah wakilnya mengutamakan kepentingan daerah,” ujarnya, Jumat (5/8/2022).

Indra mengakui selama ini ada kesan kinerja DPR tidak transparan misalnya dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Cipta Kerja.

Karena itu dia berharap, dengan terwujudnya parlemen modern dengan pemanfaatan teknologi informasi, kesan publik terhadap kinerja parlemen yang tertutup, tidak ada lagi.

Dia mengatakan, untuk mewujudkan parlemen modern tersebut, DPR memerlukan dukungan media dalam menyebarluaskan informasi kepada publik.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleSilaturahmi dengan Rakyat Cianjur, MPR: Kita Sukseskan Tahun Politik 2024
Next articleBlunder Tarif TN Komodo, Gibran Sesunan Ungkap 3 Kesalahan Pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here