
Jakarta, PONTAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini fokus menangani fasilitas umum yang terganggu fungsinya pasca longsor pada Jumat (1/3/2022) lalu.
“Pada saat ‘Tanggap Darurat’ seperti ini kita utamakan fasilitas umum yang terganggu dan kita kembalikan fungsi utamanya,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dari Kulon Progo kepada PONTAS.id, Kamis (7/3/2022).
Pihaknya kata Joko saat ini fokus untuk membuka akses jalan Pripih-Kalirejo yang titiknya berada di wilayah Plampang 2. “Setelah jalan terbuka harapan kami PLN langsung bisa bergerak untuk memperbaiki jaringan listrik. Saat ini yg terdampak mati listrik dusun Sengir, Plampang 3 dan sekitarnya,” imbuh Joko.
Joko menambahkan, setelah jalan utama terbuka BPBD Kulon Progo akan menyisir ruas-ruas jalan yang masih tertutup dan membutuhkan alat berat.
Joko juga membantah penanganan pasca bencana merupakan tanggungjawab warga sekitar untuk bergotongroyong memperbaiki akses jalan. “Memang sebetulnya penanganan bencana adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media massa,” pungkasnya.
Sebagai informasi, longsor di Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (1/3/2022) lalu menyebabkan sedikitnya 72 titik tanah longsor serta 63 rumah rusak ringan hingga berat.
Hampir semua titik longsor berada di wilayah Kapanewon Kokap, seperti Kelurahan Hargorejo, Hargomulyo, Hargowilis dan yang terbanyak sekaligus terparah di Kalurahan Kalirejo. Empat kalurahan ini berada di ketinggian Bukit Menoreh
Sementara Pengasih tercatat tiga peristiwa longsor, yakni Tawangsari, Karangsari dan Sidomulyo. Wates satu kasus. Akses jalan sempat tertutup, terutama di Kokap. Listrik padam, saluran air bersih putus.
Selain merusak rumah, longsor juga menyebabkan satu korban jiwa, bernama Marsinem (70), lansia hidup sendiri.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Ahmad Rahmansyah



























