Gelar Munas Ketiga di Batam, LIRA Dukung Optimalisasi Kemaritiman

Batam, PONTAS.ID – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), menggelar Munas ketiga yang dilaksanakan selama tiga hari, 23 – 25 Maret 2022 di Hotel Aston, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dan dihadiri oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, 34 DPW Provinsi, ratusan DPD serta para relawan LIRA.

Gubernur Lira Kepri, Budi Sudarmawan usai menggelar rapat terbatas membahas hasil munas tersebut di kediamannya kepada PONTAS.ID mengatakan pada dasarnya acara ini berskala nasional secara besar sebab dihadiri perwakilan dari tiap cabang dan daerah di seluruh tiap provinsi di Indonesia.

“Lira berdiri dari tahun 2004 sampai kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengambil kebijakan dalam mencapai pembangunan dan perekonomian yang sehat, tangguh dan mandiri,” ujarnya.

Gelaran kali ini diadakan di Kota batam sebagai wujud Kebhinekaan sebagai bangsa yang majemuk. Namun pihaknya memgatakan bukan untuk Kepri saja, justru berharap bisa menjadi garda terdepan dalam konteks pemulihan ekonomi dengan mengedepankan transparansi anggaran dan keuangan sehingga dalam penggunaannya bisa merata serta tepat sasaran.

“Kebangkitan Indonesia ekonomi tangguh dan hebat, mudah -mudahan dalam keberagaman kepengurusan dengan terlibat nya potensi Lira akan memberikan manfaat yang baik dengan saling bersinergi dengan Pemerintah daerah maupun pusat serta mewujudkan Lira sebagai organisasi yang berkelas dan menjadi tumpuan oleh masyarakat dalam berbagai lini kehidupan,” ungkapnya.

Menurut Budi, organisasi Lira merupakan sebuah barometer gerakan kemasyarakatan dalam menunjang prekonomian suatu bangsa. Dalam mendongkrak ekonomi kreatif, kegiatan ini mengangkat tema ekonomi kemaritiman.

Di Indonesia, menurutnya 96 persen terdiri dari lautan, untuk Kepri sendiri perbandingan luas daratan dan lautan memiliki 4 persen perbandingannya. Tetapi potensi kelautan kemaritiman itu belum dikelola secara optimal dan menilai selama ini potensi pertumbuhan ekonomi dari sektor kemaritiman masih terbuka lebar untuk pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Itu baru sedikit, kalau kita tingkatkan dengan optimal, Indonesia pastinya akan menjadi negara dengan ekonomi yang luar biasa  yang berpotensi kepada kemandirian ekonomi serta mengurangi ketergantungan berbagai pasokan kebutuhan masyarakat dan sebagainya dari negara lain,” jelas nya.
Budi menuturkan kembali, bahwa konteks kegiatan ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor kemaritiman dengan menjalin sinergitas bersama workshop kemaritiman sehingga dapat membuka mata bagi seluruh rakyat Indonesia akan betapa pentingnya potensi kemaritiman demi kemakmuran bangsa.
“Hari ini kita bersyukur Alhamdulillah, kami menilai munas kali ini luar biasa dilihat dari antusias relawan dan masyarakat ditambah lagi akan kehadiran gubernur Kepri, yang dipandang Budi sebagai tokoh penyemangat bagi masyarakat Kepri”, tandasnya.
Pada kesempatan itu, Presiden Lira, Ollies Datau mengapresiasi kegiatan tesebut, di samping itu dirinya berkomitmen mengawal pemerintah dalam mengambil kebijakan.
“Saya mendukung penuh kegiatan ini  dilaksanakan di Batam mengingat Lira sendiri mempunyai sejarah di Kota Batam dan saya yakin Batam ini memiliki SDM sebagai kaderisasi kepemimpinan yang kuat dalam memimpin Lira ke depan,” ujarnya.
Melihat potensi Kepri yang cukup menjanjikan dari sektor kemaritiman khususnya Batam  Ollies optimis akan potensi tersebut sebagai salah satu pendongkrak  prekonomian di  Kepri.
Terakhir Ollies dihadapan Gubernur Kepri mengungkapkan keyakinannya akan  kemampuan Ansar yang sudah teruji dalam hal tata kelola sarana dan prasarana untuk  pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepri secara menyeluruh,” tutupnya.
Sebagai informasi, dalam munas kali ini digelar juga pemilihan presiden Lira yang baru dan menghasilkan Andi Saprani sebagai presiden Lira terpilih periode 2022 hingga 2027.
Penulis : Sukma Andri Stungky
Editor : Fajar Virgyawan Cahya
Previous article2 Kecamatan di Malang Terkena Banjir, Kepala DPUBM Tindak Cepat
Next articleBamsoet Ingatkan Pentingnya ‘Merawat Indonesia’ Cegah Negara Gagal