Jakarta, PONTAS.ID- PT. Mediacitra Maju Indonesia yang merupakan perusahaan Pers Media Online PONTAS.id menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar bagi para wartawan dan redaktur dengan menghadirkan Adnan NS selaku Tokoh Pers Aceh dan mantan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Hal ini diadakan guna menciptakan Jurnalis yang berintelektual, kegiatan ini berlangsung di Kantor PONTAS. ID Jalan kayumas selatan No. 77, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Dalam pelatihan ini, Adnan Ns menyampaikan dalam paparan materinya tentang dasar – dasar jurnalistik, mulai dari sikap mental wartawan, Kode Etik Jurnalistik, Jurus penulisan cepat, unsur 5 W 1 H, lalu pengertian pers, asal usul kata pers, serta yang terakhir rumus 6M (Mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, menyusun, mempublikasi)
“Saya juga memberikan materi terkait Pers era digitalisasi, pers tempo Doeloe, pers dalam prsepektif jurnalizem citizen, tantangan pers era kini, perbedaan media pers dgn media sosial, serta kandungan tupoksi pers,” ujar Adnan Ns mantan Ketua PWI Aceh di kantor PONTAS. id, Selasa, (15/3/2021).
Hal-hal yang perlu dilakukan sebagai seorang jurnalis, kata Adnan Ns yang pertama adalah Patuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hal ini penting dilakukan karena seorang jurnalis harus memiliki pedoman dalam berperilaku sehari-hari. Kedua, wartawan itu bukan hanya jago berbicara, tapi jempolnya dia karena berkemampuan melahirkan karya jurnalistik yang jitu. Ketiga, mengikuti Uji Komptensi Wartawan (UKW) agar bisa membedakan diri yang mana dari media resmi serta berkembang menjadi jurnalis yg baik, dan disegani.
Keempat, Kemampuan intelektualitas yang dimiliki pers tidak harus berdasarkan kepemilikan gelar akademik semata.
“KEJ menjadi Pedoman bagi Wartawan, guna dalam berperilaku sehari-hari mulai dari cara berpakaian, kejujuran hingga penampilan di depan publik. Identitas diri adalah gambaran sosok wartawan profesional,” ucapnya.
Adnan NS juga berpesan pekerja pers bukan buruh yg mengandalkan otot, tapi pekerja pers harus memiliki kemampuan/kompetensi yang bersinergi dengan kemampuan intelektualitas dalam penyajian pemberitaan
“Andai ada wartawan tidak mampu mengangkat jadi dirinya dengan mengedepankan kuwalitas dalam bertugas lebih baik mundur teratur saja, dari pada citra pers tidak mampu dipertahankan,” tutupnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi PONTAS. id, Pahala Simanjuntak mengatakan dengan diadakannya pelatihan jurnalistik ini, diharapkan bisa memberikan edukasi Ilmu yang sangat bermanfaat kepada wartawan.
Menurutnya, inti sari ilmu jurnalistik dan praktek yang sudah disampaikan oleh Adnan NS itu memperolehnya sama dengan belajar dua tahunan di bangku kuliah.
“Terimakasih Sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Bang Adnan NS yang malam ini sudah memberikan waktu secara tulus berbagi pengalaman, dan ilmu jurnalistik kepada wartawan kami, semoga bang Adnan panjang umur dan sukses selalu,” imbuhnya.
Penulis: Deddy Muttaqin
Editor: Yos Casa Nova F






















