OJK Harus Lindungi Masyarakat dari Ancaman Binomo Cs

Fadel Muhammad
Fadel Muhammad

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk lebih aktif melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman platform trading binary option seperti Binomo Cs.

Saat ini Binomo dan beberapa aplikasi lain kembali menjadi sorotan setelah marak laporan korban terkait dugaan penipuan berkedok trading binary option atau perdagangan opsi biner aplikasi Binomo.

“Saat ini Binomo cs bisa dengan mudah merayu dan menipu para korban karena memanfaatkan rendahnya tingkat literasi keuangan dan investasi masyarakat Indonesia. Mereka menggunakan jasa para influencer untuk melakukan iming-iming keuntungan dan memamerkan kekayaan. Banyak yang tergiur,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (16/2/2022).

Fadel Muhammad mengharapkan, tidak ada lepas tanggung jawab dari Otoritas Jasa Keuangan terkait perlindungan konsumen dengan dalih platform Binomo Cs tidak ada di bawah pengawasan OJK.

“OJK harus lebih aktif lagi melakukan edukasi kepada masyarakat. Misalnya, terkait pengelolaan keuangan dan investasi, bahaya investasi bodong, dan lain-lain,” ujarnya.

Fadel Muhammad merasa, saat ini edukasi yang dilakukan oleh OJK masih tertinggal jauh dibandingkan dengan rayuan platform binary option yang menggunakan jasa para influencer. Bahkan, ia mengatakan iklan-iklan Binomo dengan mudah sekali ditemukan di situs-situs internet dan platform media sosial.

Ia menduga kasus dugaan penipuan Binomo hanyalah puncak gunung es dari ancaman investasi bodong. Ia mengingatkan, di era digital seperti saat ini platform-platform investasi bodong dari luar negeri bisa dengan mudah menyusup masuk untuk menggoda masyarakat Indonesia.

“Karena, di era digital ini ancaman investasi bodong bisa datang dari negara mana saja. Binomo bisa diblokir, tapi mereka bisa berganti baju dan nama situs maupun domain. Mau diblokir sesering apapun akan selalu muncul Binomo-Binomo lain,” tegasnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini kembali menegaskan, masyarakat Indonesia tidak akan mudah tergiur dengan iming-iming dan rayuan dari para pelaku investasi bodong apabila mereka memiliki modal literasi keuangan dan investasi yang mumpuni.

“Jadi, pemblokiran situs itu hanya obat sementara. Obat paten adalah edukasi terhadap masyarakat Indonesia. Suara OJK tidak boleh kalah dari suara para influencer,” pungkasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleAtasi Kelangkaan Migor, Fahri Hamzah: Libatkan Perum Bulog atau Diversifikasi Minyak Kelapa
Next articleUndang Kemenkes dan Satgas Covid-19, Pansus PCR Dalami Kebijakan dan Penentuan Harga PCR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here