Sergai, PONTAS.ID – Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan (PAM) Pulau Terluar menemukan mayat wanita sedang terapung di laut Pulau Berhala dengan kondisi tangan terikat pada dua jerigen, pada Rabu (11/1/2021) sekitar jam 00.45 WIB.
Mendapati hal ini, personil Satgas PAM Pulau Terluar yang terdiri dari TNI AL dan TNI AD langsung menggiring mayat tersebut ketepi pantai.
“Ketika ditemukan mayat perempuan ini sudah mulai membusuk dan juga belum diketahui identitasnya,” kata Kapolsek Tanjung Beringin AKP Tobat Sihombing meneruskan laporan Kapolres Sergai, AKBP Ali Machfud, Kamis (13/1/2021).
Menindaklanjuti temuan mayat tersebut, Kepolisian melakukan pemeriksaan luar mayat oleh tim Inafis Polres Sergai.
“Kondisi mayat dalam keadaan hampir membusuk dan hancur mulai dari kepala hingga kaki, kedua tangan terikat tali, kondisi wajah tidak dapat terlihat, kondisi kaki mulai dari lutut hingga telapak kaki telah hilang,” ungkap Tobat.
Setelahnya, pada pukul 15.00 WIB mayat dibawa dari Pulau Berhala menuju dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Bedagai Desa Tebing Tinggi dan sampai didermaga pukul 18.15 WIB.
“Selanjutnya mayat dibawa ke Rumah Sakit RSUD Lubuk Pakam untuk dilakukan pemeriksaan Autopsi terhadap Korban,” terang Kapolsek Tobat.
Sebagai informasi, jarak dari bibir pantai Desa Bagan Kuala lurus ke Timur Laut Pulau Berhala berjarak 22 Mil atau sekitar 3,5 – 4 Jam jika menaiki sampan nelayan dan jika menaiki Kapal Patroli Satpol Air Polres Sergai memakan waktu 2,5 jam dari desa Bagan Kuala.
Personel yang turun ke lokasi kejadian terdiri dari Kapolsek Tanjung Beringin AKP Tobat Sihombing, Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Made Yoga, Kanit Res Polsek Tanjung Beringin Ipda Qori O Siregar, tim Inafis Polres Sergai dan personel lainnya.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Ahmad Rahmansyah


















