Balige, PONTAS.ID- Bupati Toba, Poltak Sitorus menghadiri acara temu pers di gedung data Pemkab Toba, dalam rangka Kegiatan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Pemerintahan Daerah Kabupaten Kota Tahun 2021, Kamis (16/12/2021)
Dalam acara Temu Pers, Bupati Toba mengundang semua insan pers dari berbagai media. Baik cetak maupun online yang ada di Kabupaten Toba.
Hal itu, kata Bupati Toba bertujuan mempererat silaturahmi antara Pemkab dan insan pers,”Karena awak media merupakan mitra kerja dan sosial kontrol dalam menyelenggarakan pembangunan Pemerintahan dan kemasyarakatan dalam wilayah hukum Kabupaten Toba,” ujarnya
Lebih lanjut, usai membuka acara Temu Pers secara resmi oleh Bupati Toba di lanjut dengan penjelasan progres beberapa OPD, dari Dinas Pendidikan, Dinas PMDP3A, Dinas Kesehatan dan Direktur RSU Porse.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kab. Toba, Lalo Simanjuntak selaku moderator memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mengoreksi dan memberikan kritik yang sifatnya membangun demi terwujudnya Toba Unggul dan bersinar.
“Bukan menjantuhkan wibawa Pemkab Toba, tapi memberikan solusi atas kritisi dan apresiasi,” katanya
PONTAS.id mengapresiasi pemaparan para OPD serta mengkritisi hal yang harus dikoreksi dalam penyelenggaraan Pendidikan, Kesehatan dan Pemerintahan Desa.
Dalam bidang Pendidikan PONTAS.id mempertanyakan prestasi murid SMP bidang sains dan teknologi tingkat Nasional yang dapat medali hanya dimonopoli sekolah swasta, tak satupun SMP Negeri yang menyabet medali.
Pertanyaan itu dijawab langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba. Drs. Ricarardo Hutajulu,”Ini kami akui karena keterbatasan tenaga guru bidang sains di sekolah Negeri dan berjanji akan menambah kompetensi, guru melalui pelatihan-pelatihan guru sains, agar tahun ajaran 2021/2022 murid-murid di SMPN mampu bersaing dengan murid-murid sekolah swasta,” ucapnya
Tak hanya itu, Lanjut PONTAS.id kembali mengajukan pertanyaan kepada Kepala Dinas PMDP3A, Henry Silalahi penyebab pembekuan sebanyak 9 BUMDES di Kabupaten Toba, sementara Pemerintah Pusat justru menggalakkan BUMDES untuk meningkatkan pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus mengorek apa akar permasalahannya , mengapa Dinas PMDP3A tidak memberdayakan TA (tenaga Ahli), pendamping Kecamatan dan pendamping Lokal Desa (PLD)
“Menurut beliau tahun Anggaran 2021. Tenaga ahli yang di SK kan oleh Kemendes di Kab. Toba sudah tidak ada kordinasi dengan Dinas yang dipimpinnya,” katanya
Penulis: Horas M Siahaan
Editor: Yos Casa Nova F






















