Budiman Sudjatmiko Sebut ‘Metaverse’ di Rakernas SMSI, Ini 6 Dampaknya

Penggagas Bukit Algoritma, Budiman Sudjatmiko saat menjadi pembicara dalam rangkaian Rakernas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di The Jayakarta Hotel, Jakarta, Rabu (8/12/2021)

Jakarta, PONTAS.ID – Anda mungkin pernah mendengar kata metaverse, tapi apa sebenarnya metaverse itu?

Kata “Meta” diambil dari kata Yunani setelah atau di luar. “Vers” berarti alam semesta. Metaverse adalah gelombang baru dari dunia maya.

Metaverse, saat ini dalam tahap pengembangan, dibangun menggunakan blockchain (rangkaian blok) dan aplikasi terdesentralisasi atau aplikasi yang terhubung dengan banyak sumberdaya.

“Pemanfaatannya dapat diperluas, tak hanya game (permainan) dan ekonomi, namun juga untuk dipergunakan pada sektor-sektor lainnya,” jelas medium.com yang dilansir pada Jumat (10/12/2021).

Manfaat Metaverse
Metaverse berpotensi membentuk dan mengembangkan industri lain seperti hiburan, musik, artis, dan pekerjaan, seperti rapat dan obrolan. Ini akan menjadi dunia online di mana orang dapat bermain game, bekerja, dan juga berkomunikasi di dunia maya. “Menggabungkan dunia nyata dan virtual secara bersamaan”

1.Hiburan
Dalam dunia hiburan, artis musik dapat mengadakan konser virtual dengan proyeksi hologram. Dalam obrolan, alam semesta virtual dapat dibuat dengan artis yang berinteraksi dengan penggemar dan pengguna di dunia virtual.

2.Lingkungan Kerja dan Sosial
Facebook menginvestasikan USD 50 juta untuk membangun metaverse di mana orang dapat berkomunikasi dalam lingkungan virtual menggunakan penggunaan perangkat yang berbeda seperti headset, kacamata, atau teknologi gelang.

Pengguna akan segera tidak hanya melihat dan membaca di layar, tetapi juga dapat melihat konten dalam format 3D  (Three-dimensional space) atau dalam ruang yang mensimulasikan tampilan realistis yang hadir secara virtual.

3.Permainan
Aplikasi yang lebih terkenal dalam game termasuk The Sandbox, Decentraland, atau Axe Infinity. Industri game biasanya melibatkan pembelian yang dilakukan dalam game.

Di dunia virtual baru, pembelian ini dapat dilakukan dalam cryptocurrency (mata uang digital) atau kripto. Dalam permainan dunia virtual, investasi dilakukan oleh para gamer, memicu permintaan dan penawaran investasi semacam itu, para gamer kemudian dapat “mencairkan” kemenangan mereka yang diperoleh dari dunia virtual dengan cryptocurrency ke dunia nyata.

Beberapa permainan memberi penghargaan kepada pemain atas waktu mereka. Dengan menyempurnakan seni permainan mereka yang mendapat imbalan dalam mata uang kripto yang dapat diperjualbelikan.

4.Hiburan
Taman hiburan virtual bisa menjadi sesuatu di masa depan. Tidak ada batasan pada ruang fisik, kasus penggunaan, tema, populasi seperti taman hiburan fisik.

5.Pengaruhi Masa Depan
Industri metaverse akan memengaruhi cara kita berinteraksi, membawa kita ke ranah ruang digital baru yang akan membawa perubahan positif dalam gaya hidup kita.

Seperti yang kita lihat, perkembangan metaverse, pentingnya teknologi blockchain, dan cryptocurrency akan tetap ada. Dunia saat ini akan diperluas ke dunia virtual yang mencapai kemungkinan tak terbatas.

6.Mata Uang Kripto
Cryptocurrency pernah disebut mata uang internet dan kemudian berkembang dalam subdivisi seperti emas digital untuk Bitcoin. Ketika industri ini berhasil, kami memastikan akses ke penawaran ini dalam berbagai aset digital dan banyak lagi.

“Masa depan adalah digital dan kami berharap dapat memimpin jalan menuju metaverse dan seterusnya,” jelas medium.com.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleAnugerah Dewan Pers, Provinsi Kepri Sabet Peringkat-1 IKP
Next articleSenator Fachrul Razi dan Bustami Zainudin Gugat PT Nol Persen ke MK