SERGAI, PONTAS.ID – Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Jarwansyah didampingi Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Sumatera Utara, Abdul Haris Lubis menininjau kondisi pengungsi dan banjir di Sungai Bedagai desa Seirampah, kecamatan Seirampah Sergai, Minggu (28/11/2021) malam.
Kadis PUPR Sergai, Johan Sinaga dan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sergai, Hendri Suharto, langsung memberikan penjelasan kepada Deputi RR BNPB Pusat, terkait hasil pengamatan dan peninjauan penyebab banjir yang terjadi selama sebulan tersebut.
“Banjir ini terjadi lantaran debit hujan yang cukup tinggi di bagian hulu sungai, dangkalnya sungai akibat sendimen yang cukup tebal, Sempitnya alur sungai dibagian hilir serta pasang Rob dibagian hulu atau muara sungai yang mengalir kelaut. Sehingga air dari hilir menuju hulu tertahan dan akhirnya melimpah ke pemukiman warga,” jelas Johan
Dalam kesempatan ini, Kepala Dusun I Desa Seirampah, Srik dihadapan Deputi RR BNPB Pusat dan Kepala BPBD Sumut menjelaskan, kalau banjir ini dialami warga sudah berjalan cukup lama. “Satu bulan 15 hari, ini merupakan banjir terbesar dan terlama sejak 20 tahun yang lalu,” papar Srik.
Sementara itu, Deputi RR BNPB Pusat,J Jarwan Syah disaksikan Kepala BPBD Provsu, Abdul Haris Lubis menanyakan kepada Kadis PUPR Sergai, Johan Sinaga, terkait normalisasi pelebaran dan pengerukan sendimen.
“Kalau ini dikerjakan secepatnya, butuh berapa banyak alat berat dan berapa sewa perharinya. Segera buat usulan dalam Minggu ini harus sudah sampai di pusat, biar Minggu depan bisa diproses dan jika mungkin awal Desember 2021 sudah mulai aksi”, kata Jarwan Syah kepada Kadis PUPR Sergai.
Usai meninjau kondisi banjir di Dusun I Gang Kancil Desa Seirampah, Deputi RR BNPB Pusat, Jarwansyah mengatakan sudah berkonsultasi dengan pemangku kepentingan terkait atas terjadinya musibah yang menimpa Indonesia.
“Sekarang ini fenomena alam seperti banjir dan longsor akibat insentitas hujan yang tinggi di Indonesia. Untuk itu makanya kami kemari untuk memastikan, bagaimana penanganan yang sudah dilakukan oleh BPBD Provsu dan Pemda setempat supaya prosesnya cepat ditangani,” jelas Jarwansyah.
Deputi RT BNPB Pusat, Jarwansyah juga menekankan perlunya alat berat untuk mempercepat pengerukan. “Ini untuk mempercepat normalisasi, pengerukan sendimen dan pembuatan tanggul agar masyarakat bisa beraktifitas kembali. Tadi sudah kita sarankan, buat proposal secepatnya ke pusat dan dalam Minggu ini harus sudah sampai dan bisa langsung diproses,” ucapnya
“Dengan demikian, setidaknya banjir ini bisa diminimalisir. Keselamatan jiwa masyarakat harus diutamakan. Sungai ini berada dalam wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS), dan kita minta rekomendasi BWS kalau saat ini mereka belum punya anggaran, makanya kita dahulukan dan harus dikerjakan secepatnya. Awal Desember ini (2021) sudah harus dikerjakan, agar jangan terlalu lama warga tinggal di pengungsian,” tutup Deputi RR BNPB Pusat.
Terpisah, Kadis PUPR Sergai Johan Sinaga ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa masalah banjir ini sudah menjadi tren nasional dan kewenangan pusat. Demi mempercepat penanganannya, kemanapun akan diusahakan yang penting secepatnya bisa dibantu. Terkait alat berat, pihaknya tadi mengusulkan empat unit Beko agar mudah diawasi. Penempatannya di bagian hulu, di bawah fly over di Desa Cempedak Lobang, dan hilir di kawasan Tanjung Beringin.
“Banyak alur sungai yang sempit. Itupun di kawasan bebas hambatan yang diutamakan agar banjir ini secepatnya diatasi. Normalisasi, pengerukan dan pelebaran sungai menjadi skala prioritas. Saran dari Deputi RT BNPB Pusat tadi akan segera kita laksanakan setelah mendapat persetujuan Bupati tentunya,” pungkas Johan.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Rahmat Mauliady




























