Berantas Bullying, SMAN 71 Jakarta Siapkan ‘Agen Perubahan’

Jakarta, PONTAS.ID – Demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman dalam melakukan kegiatan belajar di sekolah. Kepala SMA Negeri 71 Jakarta, Acep Mahmudin menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menghilangkan segala tindakan Bullying (Perundungan) di lingkungannya.

“Kami terapkan Program Pencegahan Perundungan (Roots) sesuai dengan arahan Kemendikbud dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan mengaktivasi peran siswa sebagai Agen Perubahan,” ungkap Acep Mahmudin kepada PONTAS.id saat dihubungi melalui jaringan seluler, Selasa (19/10/21).

Acep menerangkan, Program Roots Indonesia dari Kemendikbud ini melibatkan 30 siswa di tiap sekolah sebagai Agen perubahan dan guru sebagai Fasilitator. Yang pada intinya dilaksanakan untuk menyebarkan pesan tentang bahaya perundungan dan konflik di sekolah.

“Kebetulan Program pencegahan perundungan saat ini dikhususkan untuk sekolah penggerak, oleh sebab itu kami sebagai salah satu sekolah penggerak yang terpilih menerapkannya di lingkungan sekolah. Tentunya harapan ke depan Bullying di SMA Negeri 71 bisa Nol kasus, baik itu verbal ataupun non verbal,” tuturnya

Sementara itu, Sri Rejeki Nugraheni yang merupakan guru sekaligus fasilitator guru dalam program pencegahan perundungan menjelaskan bahwa peran siswa di sini, bukan semata-mata ditugaskan untuk melaporkan adanya tindak Perundungan ataupun kekerasan saja.

“Agen Perubahan adalah 30 siswa yang dipilih dari tiap sekolah untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dan anti-kekerasan di sekolah. Sedangkan Fasilitator Guru bertujuan untuk memfasilitasi diskusi yang dilakukan bersama Agen Perubahan dalam pertemuan Roots,” ucapnya

“Kami juga memfasilitasi siswa untuk melaporkan dan menindaklanjuti laporan perundungan atau kekerasan di sekolah,” tutupnya

Tak hanya program pencegahan perundungan, Acep Mahmudin juga mengungkapkan hari ini pihaknya menggelar webinar pembinaan siswa terkait Narkoba dan Hukumannya dengan menghadirkan narasumber Yanuar Utomo selaku Jaksa Utama Pratama Koordinator pada kejaksaan tinggi kepulauan Bangka Belitung.

“Alhamdulilah bimtek yang kami laksanakan berjalan dengan lancar. Hal ini rutin digelar agar para siswa-siswi penerus bangsa ini terhindar dari jerat narkoba,” ujarnya

Menurutnya, pihak sekolah sudah sering kali melakukan sosialisasi bahaya narkoba di antaranya dengan menggandeng beberapa stakeholder (pemangku kepentingan) yang memang berkompeten menerangkan bahaya penggunaan narkoba.

“Beberapa waktu yang lalu kami pernah bekerja sama dengan pemangku kepentingan, mulai kejaksaan, BNN hingga BIN untuk menyosialisasikan pentingnya menjauhi narkoba. Dengan adanya bimtek rutin yang kami gelar ini siswa dapat membentuk soft skill mereka menjadi remaja yang berperilaku positif dan bisa menularkannya ke teman-temannya,” tandasnya

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articleGelar Maulid Nabi, Kodim 0715/Kendal Lakukan hal Ini
Next articleMPR Lembaga Tepat untuk Merumuskan PPHN