Sergai, PONTAS.ID-Bupati Sergai, Darma Wijaya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 menyampaikan agar seluruh pihak bekerja keras dan kerja cepat untuk mewujudkan percepatan dalam menuntaskan pandemi Covid-19. Rakor tersebut digelar di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Rabu (29/9/2021) kemarin. Hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfo Sergai, Akmal melalui WhatsApp Kepada media, Kamis (30/9/2021).
Selanjutnya Bupati menambahkan, Pemkab Sergai lewat Satgas Covid-19, sudah melakukan serangkaian langkah strategis penanganan pandemi Covid-19. Tentunya, apa yang dilakukan tetap berkoordinasi dan mendapat dukungan yang positif dari Forkopimda Sergai.
“Kerja keras kita membuahkan hasil yang patut disyukuri. Dibuktikan dengan Sergai yang saat ini ada dalam posisi zonasi yang lebih baik dibanding sebelumnya. Saat ini berdasarkan kriteria zonasi, seluruh desa di Sergai sudah keluar dari zona orange, di mana dari total 1.268 dusun, terdapat 49 dusun (3,8%) ada di zona kuning, sedangkan sisanya sebanyak 1.218 dusun (96,2%) berada pada zona hijau,” ungkap Bang Wiwiek, sapaan akrabnya.
Hal tersebut, lanjutnya tak terlepas dari berbagai upaya yang sudah diimplementasikan, terutama pembentukan herd immunity (kekebalan kelompok) lewat program vaksinasi.
“Pemkab Sergai bersama seluruh jajaran terkait seperti TNI, Polres,dan BIN tetap aktif melaksanakan program vaksinasi bagi masyarakat, yang menyasar kelompok rentan seperti para pelajar, lansia, ibu hamil dan juga masyarakat umum. Pemkab Sergai juga menjadikan vaksinasi sebagai salah satu syarat penting, untuk mendukung terlaksananya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah berjalan sejak 13 September lalu,” tambahnya.
Bupati didampingi Wabup Adlin Umar Yusri Tambunan menginformasikan, Kabupaten Sergai saat ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, sesuai dengan Instruksi Bupati Sergai Nomor 18.2/403/5700/ 2021, mulai 21 September sampai dengan 4 Oktober 2021.
Lewat Instruksi Bupati tersebut, sebutnya, diatur berbagai mekanisme kegiatan masyarakat dalam situasi PPKM Level 3, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, ibadah, olahraga, transportasi, kegiatan di area publik dan sebagainya.
Darma Wijaya juga menyebut dirinya baru-baru ini meresmikan Rumah Isolasi Terpusat (Isoter) yang tergolong sebagai salah satu yang terbaik di Sumatera Utara.
“Masyarakat yang dinyatakan terpapar atau positif Covid-19 sudah tidak perlu lagi takut menjalankan prosedur isolasi. Sekarang sudah tersedia rumah isoter yang fasilitasnya lengkap, nyaman, asri dan tentunya gratis ditanggung oleh Pemkab Sergai,” katanya lagi.
Terakhir Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada Kepolisian dan TNI serta Kejaksaan Sergai, yang solid menjaga sinergitas hingga hari ini, dalam menghadapi tantangan pandemi bersama-sama, sehingga Kabupaten Sergai saat ini berada pada posisi zonasi yang lebih baik, dari sebelumnya orange kini masuk ke zona kuning.
“Kerja keras dan sinergitas kita tidak akan mengkhianati hasil. Ini menjadi modal penting kita kedepan untuk mengembalikan status Sergai ke zona hijau dan seluruh aktivitas masyarakat bisa kembali seperti semula, demi pembangunan Kabupaten Sergai, yang Maju Terus; Mandiri, Sejahtera, dan Religius,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai, Bulan Simanungkalit dalam laporannya menuturkan, saat ini sudah diterapkan penggunaan sistem NAR atau New All Record. Ia menerangkan, NAR merupakan sistem data base kesehatan milik Kemenkes, mencatat hasil tes PCR dan tes Antigen dari seluruh laboratorium klinik atau laboratorium, yang berada didalam fasilitas kesehatan yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.
“NAR dibuat oleh Kemenkes dengan tujuan guna mencegah pemalsuan data. Mekanismenya adalah Puskesmas melakukan tes PCR/Antigen di wilayahnya masing-masing, lalu disampaikan ke Dinas Kesehatan kabupaten untuk kemudian melaporkan hasil data tersebut ke Dinkes Provinsi untuk dimasukkan ke sistem NAR,” terangnya.
Bulan juga menegaskan pentingnya setiap puskesmas untuk menyukseskan gelaran vaksinasi. Saat ini, sebutnya, ada sekitar 89.500 dosis vaksinasi yang mesti segera didistribusikan ke masyarakat.
“Jadi setiap puskesmas harus segera mempercepat vaksinasi di wilayahnya masing-masing, agar status zonasi yang ada di Sergai terus membaik,” harapnya.
Sebagai informasi, rakor ini juga dihadiri oleh para Camat, Kapolsek, Danramil, Kapus, dan perwakilan OPD.
Penulis: Andy Ebiet
Editor:Fajar Virgyawan Cahya




























