Bantu Petani, BPP Panggungrejo Kerja Keras Atasi Tantangan saat Pandemi

Blitar, PONTAS.ID – Capaian yang optimal kushusnya komoditas pertanian, terlebih di masa pandemi Covid-19 sejak awal tahun yang hampir melumpuhkan berbagai sektor, tentunya seberapapun hasilnya patut diapresiasi.

Hal ini disampaikan Rusdi selaku Koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

“Hasil pertanian yang ada di wilayah kecamatan Panggungrejo secara umum sangat tergantung pada air tadah hujan. Hampir 85% rata-rata tadah hujan,” kata Rusdi.

Meskipun tadah hujan, lanjut Rusdi, berarti masih terdapat lahan yang masih bisa ditanami saat musim kemarau, “Seperti saat ini itu ada 3 desa untuk penyangga tanaman padi yaitu desa Margo Mulyo, Serang dan desa Sumbersih” katanya, saat ditemui di kantornya, Selasa (7/9/2021) siang.

Selanjutnya masih menurut Rusdi, terkait tanaman jagung yang saat ini tengah menunggu musim panen.

“Karena jagung memang tidak banyak membutuhkan air ya memang sekarang belum panen, tapi masih berusia dua bulan saat ini lekas berbunga, karena sering ada kiriman hujan. Terus kalau lahan yang ada sumber air itu termasuk bawang merah cukup banyak yang panen juga  termasuk cabai keriting dan melon itu yang dimusim sekarang ini ada panen karena ketersediaan airnya bisa tercukupi,” paparnya.

Dirinya juga menambahkan, kendala para petani untuk tanaman padi dan jagung adalah hama tikus, “Kita sebenarnya sudah melaksanakan action ya termasuk gropyokan, kemudian memberi umpan tetapi mulai tahun 2020 sampai sekarang tikus itu luar biasa sangat banyak sekali dan itu sangat mengganggu petani,” tambahnya.

Kemudian yang menjadi primadona pertanian, yakni melon kata Rusdi saat ini sedang menikmati harga yang tinggi. “Melon harganya lumayan, tetapi kalau bawang merah itu hancur, dikarenakan mungkin daerah yang lain juga ikut panen,” tutupnya.

Penulis: Sony Irawan
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here