Limbah Chevron Rusak Lahan, Warga Kandis Kian Sengsara

Jakarta, PONTAS.ID – Marusaha Silaen, seorang warga pemilik lahan di Desa Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau masih menemukan tumpukan tanah terkontaminasi minyak (TTM) di lahan miliknya.

Padahal, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sudah menyatakan kepadanya bahwa pemulihan TTM di lahan miliknya sudah selesai.

Temuan Marusaha Silaen itu terjadi pada tahun 2020 lalu saat hendak melakukan penggalian parit dan kolam di lahan miliknya itu. Ia menggunakan alat berat jenis escavator untuk melakukan penggalian itu.

Hal ini diungkapkan penggiat lingkungan sekaligus kuasa hukum dari Marusaha Silaen yang saat ini tengah memperjuangkan lahan miliknya akibat pencemaran TTM dari PT CPI.

“Saya mengetahui sekali apa yang terjadi di lapangan seperti ini. Karena saya turun dan melihat langsung ke lapangan. Seperti kondisi di lahan milik Marusaha Silaen ini, itu pekerja CPI hanya membersihkan TTM secara manual dengan alat cangkul dan sekop. Tak lebih dari 30 sentimeter itu yang digali mereka TTM nya itu,” ungkap Mandi, saat dihubungi wartawan, Jumat (23/7/2021).

Kondisi seperti itu, lanjut Mandi, terjadi hampir pada sebagian besar pemilik lahan yang terkontaminas TTM.

“Marusaha Silaen memiliki kontrak dengan PT CPI yang menyatakan PT CPI akan melakukan pekerjaan mulai tahun 2016 sampai tahun 2018. Akan tetapi kenyataannya pekerjaan dilakukan pada tahun 2019 dan tahun 2020,” beber Mandi.

Selain itu, pada lahan lainnya di wilayah Kabupaten Siak, ada warga yang diikat kontrak oleh PT CPI dengan persyaratan bahwa kompensasi akan diberikan kepada pemilik lahan hanya apabila CPI sudah memasukkan escavator untuk melakukan pekerjaan di lahan warga.

“Saya melihat, itu lahan warga hanya dibersihkan dengan cangkul dan sekop. Alat escavator tak kunjung ada yang dimasukkan. Sebagian besar sampai sekarang masih banyak TTM di lahan-lahan warga,” kata Mandi.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here