Alumni Cipayung Beri Bantuan ke Palestina, Ahmad Basarah : Demi Kemanusiaan dan Kebangsaan

Korps Alumni Cipayung Galang Bantuan untuk Palestina
Korps Alumni Cipayung Galang Bantuan untuk Palestina

Jakarta, PONTAS.ID – Lima organisasi Alumni Kelompok Cipayung terdiri dari Korps Alumni HMI (KAHMI), Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI), Forum Komunikasi Alumni PMKRI (Forkoma PMKRI) dan Perkumpulan Senior GMKI (PS GMKI) berkumpul dalam Webinar Kebangsaan membahas dukungan untuk bangsa Palestina.

Ketua Umum PA GMNI yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyatakan bahwa bangsa Indonesia punya alasan yang cukup kuat untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina dan membantu secara kemanusiaan korban kekerasan militer Israel kepada rakyat Palestina.

“Pertama alasan amanat Pembukaan UUD NRI 1945 yang mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan serta janji bangsa Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ujar Ahmad Basarah di Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Alasan kedua karena bangsa Indonesia pernah berhutang budi ketika bangsa Palestina yang diwakili Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al Husaini yang mengakui dan mendukung kemerdekaan negara Indonesia sebelum pemerintah Mesir sebagai negara pertama yang mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946 lampau.

“Bahkan Syekh Al Husaini juga mendesak agar negara-negara Timur Tengah turut memberikan dukungan atas kemerdekaan bangsa Indonesia,”urai Basarah yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR tersebut.

Dukungan atas kemerdekaan bangsa Palestina juga dikuatkan oleh Dasa Sila Bandung hasil Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung.

”Bahkan ketujuh Presiden Indonesia tetap konsisten dan mendukung kemerdekaan bangsa Indonesia hingga saat ini,” terang Basarah lagi.

Namun demikian, Ahmad Basarah menolak jika penggalangan bantuan kemanusiaan Forum Alumni Kelompok Cipayung untuk bangsa Palestina ini didasarkan atas sentimen agama.

“Karena baik bangsa Indonesia sendiri warga negaranya bukan hanya beragama Islam, begitu juga dengan bangsa Palestina yang rakyatnya juga bukan hanya yang beragama Islam, tetapi ada juga yang beragama Kristen dan Yahudi,” tegas Basarah.

Basarah menegaskan yang tepat bantuan kemanusiaan ini karena alasan kemanusiaan dan hubungan antar dua bangsa Indonesia dan Palestina serta bukan atas dasar sentiment agama serta pendistribusian bantuan kemanusiaan ini jangan sampai jatuh ke faksi politik yang bertikai di Palestina tetapi harus benar-benar untuk tujuan kemanusiaan.

Sekjen IKA PMII Hanif Dhakiri mendukung agenda bantuan kemanusiaan untuk Palestina. bahwa donasi ini dikumpulkan atas dasar semangat kemanusiaan, bukan atas nama sentimen keagamaan.

“Jangan sampai isu tentang Palestina ini digoreng-goreng hanya untuk komoditas politik pihak tertentui saja di Indonesia seperti politisasi isu komunis dan anti Islam,” ujar mantan Manteri Tenaga Kerja Kabinet Kerja Pertama tersebut.

Bahkan Sekjen Sekjen PNPS GMKI Sahat Sinaga menyatakan, penggalangan dana atas nama kebangsaan ustru bisa merajut kekompakan anak bangsa di tanah air.

‘’Setiap ada konflik berdarah di Timur Tengah saya dan umat Kristen Indonesia selalu ketar-ketir isu primordialisme keagamaan yang mencuat di sana lalu bisa menyulut isu SARA di tanah air,’’jelas-Sahat.

Sementara itu, Ketua Umum Forkoma PMKRI, Hermawi Taslim, mengusulkan agar konflik Palestina – Israel bisa dihentikan, diperlukan peta jalan baru perdamaian agar tercipta kesepakatan dua negara Palestina dan Israel yang hidup berdampingan dengan damai.

Sedangkan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Viva Yoga Mauladi, meminta Indonesia yang menganut politik bebas aktif untuk aktif mendorong negosiasi multilateral untuk kemerdekaan dan perdamaian permanen antara Palestina dan Israel. Acara silaturahim kebangsaan alumni Kelompok Cipayung yang dipandu oleh Sekjen KAHMI, Manimbang Kahariady dihadiri oleh para tokoh dan alumni Kelompok Cipayung serta aktiifis gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung dari seluruh Indonesia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here