Atasi Lonjakan Mudik Lebaran, Syarief Hasan Tegaskan Hal Ini Ke Pemerintah

Title Syarif Hasan bersama Darmadi Durianto dan Achmad Dimiyati Natakusuma dalam diskusi Dialektika Demokrasi Caption Description Copy Link https://pontas.id/wp-content/uploads/2020/02/Syarif-Hasan-bersama-Darmadi-Durianto-dan-Achmad-Dimiyati-Natakusuma-dalam-diskusi-Dialektika-Demokrasi.jpeg Selected media actionsSet featured image
Title Syarif Hasan bersama Darmadi Durianto dan Achmad Dimiyati Natakusuma dalam diskusi Dialektika Demokrasi Caption Description Copy Link https://pontas.id/wp-content/uploads/2020/02/Syarif-Hasan-bersama-Darmadi-Durianto-dan-Achmad-Dimiyati-Natakusuma-dalam-diskusi-Dialektika-Demokrasi.jpeg Selected media actionsSet featured image

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendorong Pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi yang baik kepada masyarakat terkait pelarangan mudik lebaran tahun ini.

Pasalnya, tetap terjadi lonjakan mudik lebaran di beberapa daerah, bahkan viral video yang menggambarkan ratusan pemudik menerobos aparat di Karawang, Jawa Barat pada Jumat (7/5/2021).

Sebelumnya, Pemerintah telah membuat kebijakan pelarangan mudik yang dimulai sejak tanggal 6-17 Mei 2021.

Sebelum dan sesudah tanggal tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pergerakan dan kegiatan di luar daerah, kecuali perlu dan mendesak.

Menurut Syarief Hasan, lonjakan mudik lebaran tengah Pandemi Covid-19 tetap terjadi karena pesan Pemerintah tidak ter-delivery dengan baik.

“Pesan dan urgensi pelarangan mudik lebaran dikarenakan potensi peningkatan kasus Covid-19 yang tinggi tidak tersampaikan dengan baik sehingga tetap terjadi mudik di beberapa daerah,” ungkap Syarief Hasan di Jakarta, Minggu (8/5/2021).

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini memandang, kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pelarangan mudik dengan alasan Pandemi Covid-19 juga mulai berkurang karena kebijakan kontradiksi Pemerintah sendiri.

“Pemerintah melarang mudik lebaran namun di sisi lain membiarkan WNA dari Cina masuk ke Indonesia sebagaimana yang tersebar di berbagai pemberitaan,” katanya.

Memang, dalam satu pekan ini, publik dikejutkan dengan masuknya WNA asal China di tengah masih tingginya angka Covid-19 di Indonesia.

Terbaru, pada Rabu (5/5/2021), empat kloter pesawat carteran maskapai Wings Air yang membawa 352 WNA Cina tiba di Bandara Maleo Morowali, Sulawesi Tengah.

Menurut Syarief Hasan, kebijakan yang kontradiksi ini membuat banyak masyarakat abai terhadap arahan Pemerintah.

“Pemerintah harusnya memberikan teladan yang baik kepada masyarakat sehingga masyarakat percaya dan mengikuti kebijakan pelarangan mudik ini,” ujarnya.

Padahal, Syarief Hasan menilai, langkah pelarangan ini sudah tepat untuk meminimalisir potensi penyebaran Pandemi Covid-19.

“Pelarangan mudik lebaran tahun ini sebenarnya sudah tepat untuk memotong rantai penyebaran Pandemi Covid-19. Namun, Pemerintah harus memperbaiki komunikasi dan memberikan teladan kepada rakyat, serta membuat kebijakan yang tidak kontradiksi,” terangnya.

Syarief Hasan menilai, masih tingginya angka positif Covid-19 di Indonesia mesti menjadi perhatian utama Pemerintah.

“Pemerintah harus lebih tegas dalam pengimplementasian protokol kesehatan dan pembatasan masuknya WNA dari episenturum Covid-19 yang diikuti dengan optimalisasi program vaksinasi bagi masyarakat yang rentan,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudik lebaran tahun ini.

“Tentu, kita semua berharap bisa berkumpul dengan keluarga setiap lebaran. Akan tetapi, dalam kondisi sulit ini, kita mesti bersabar sehingga Pandemi Covid-19 ini dapat teratasi dengan baik. Kami dari Partai Demokrat akan terus bersama masyarakat untuk melawan Pandemi Covid-19,” tutup Syarief Hasan.

 

Penulis: Luki Herdian

Editor: Rahmat Mauliady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here