MPR Dorong Lahirkan SDM Unggul Menuju Generasi Emas 2045

Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo

Jakarta, PONTAS.ID – Dengan tekad yang bulat, Indonesia tengah meniti perjalanan menuju impian gemilangnya: “Indonesia Emas 2045”. Visi yang memukau ini bukanlah sekadar khayalan, melainkan sebuah tekad yang tangguh yang tercermin dalam berbagai kebijakan strategis yang digariskan oleh pemerintah.

Tidaklah mengherankan bahwa usaha ini dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah negara yang hampir berusia seratus tahun ini. Menatap masa depan, Generasi Emas 2045 dipandang sebagai pilar utama dalam mengukir perjalanan pembangunan dan kemajuan bangsa.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan generasi emas Indonesia itu harus dibentuk, diantaranya dengan memberikan perhatian dan penghargaan agar makin berkualitas, ibarat kata semakin ditempa maka akan semakin berkilau.

“Majunya sebuah bangsa itu akan bertumpu pada kualitas dari sumber daya manusia (SDM), dan modal agar bonus demografi dapat dioptimalkan melalui kualitas. SDM yang dapat ditagih, kompeten, dan kompetitif di tengah persaingan global, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan itu akan sangat mendorong percepatan dan mentransformasikan cara hidup serta hanya dapat diimbangi dengan kemampuan SDM yang kreatif dan inovatif,” ujar Bamsoet sapaan akrabnya.

Maka dari itu, kata mantan Ketua DPR RI ke 18 itu menerangkan, diperlukannya SDM dan yang unggul, maka butuh pendidikan yang sangat berkualitas.

“Terutama pendidikan tinggi. dengan adanya proses yang bisa dipertanggungjawabkan maka pada dasarnya semuanya akan bergantung pada kemampuan berfikir dan bertindak,” ujarnya.

Dijelaskannya lagi bahwa SDM Indonesia, menuju Generasi Emas 2024, tidak hanya MPR yang ikut andil menciptakan lahirnya para generasi emas Indonesia, namun harus dilakukan oleh berbagai lembaga negara.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengungkapkan, “Ketika SDM Indonesia mampu mengikuti dan pola berpikirnya maka pasti akan maju dan berkualitas,” ucapnya.

Bamseot menambahkan, bahwa perjalanan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas tahun 2045 tidak hanya diwarnai semangat dan optimisme semata, melainkan juga realitas tantangan kebangsaan yang muncul dengan berbagai dimensinya.

“Sebab kejayaan menuju Indonesia emas tahun 2045 harus dipersiapkan dari sekarang. Kunci utamanya melalui peningkatan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan harus dipahami sebagai proses berkesinambungan dalam melahirkan manusia Indonesia yang memiliki ilmu pengetahuan, kecakapan, keterampilan, dan yang paling utama memiliki karakter dan jiwa Pancasila,” pungkasnya.

Persatuan Kunci Utama

Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menyebut memperkokoh persatuan dan kesatuan semua elemen bangsa yang mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

MPR, kata Yandri, telah mengingatkan semua pihak bahwa 10 tahun mendatang merupakan penentu bisa atau tidaknya Indonesia menjadi negara maju. Sebab itu, dia mendorong persatuan seluruh elemen bangsa agar Indonesia tidak terjebak dalam kelompok negara ekonomi menengah.

“Kita semua harus bersatu menuju Indonesia Emas 2045, sehingga harapan kita menjadi negara maju bisa terwujud. Periode 10 tahun mendatang merupakan saat yang menentukan bagi bangsa dan negara apakah kita menjadi negara maju atau terjebak dalam kelompok negara ekonomi menengah,” kata dia.

Yandri meyakini bahwa persatuan elemen bangsa dapat menciptakan sinergisitas antarpihak, sehingga cita-cita bersama tersebut dapat diwujudkan.

“Dengan persatuan semua elemen bangsa, maka seluruh potensi dan kelebihan negara akan bersinergi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Penanaman nilai-nilai luhur bangsa yang terkandung di dalam Empat Pilar MPR kepada masyarakat, serta dinilai konsisten memperjuangkan kesejahteraan guru.

“Penanaman nilai luhur bangsa yang terkandung dalam Empat Pilar, yaitu Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pekerjaan mulia yang dilakukan oleh semua anggota MPR,” katanya.

Semua masyarakat Indonesia dan khususnya generasi muda, imbuh dia, tidak boleh melupakan nilai-nilai keindonesiaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

“Anak muda harus terus menerus dirangkul agar tidak melupakan sejarah dan tidak melupakan nilai-nilai keindonesiaan yang ada di dalam Empat Pilar, karena cepat atau lambat, anak muda hari ini akan menjadi pemimpin bangsa dan negara di masa yang akan datang,” ucapnya.

Yandri berharap, penghargaan tersebut menambah motivasi dan semangat bagi dirinya dan anggota MPR lainnya untuk melakukan penanaman nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat.

“Anugerah ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi saya dan anggota MPR lainnya untuk terus menerus melakukan penanaman nilai-nilai luhur bangsa yang terkandung dalam Empat Pilar MPR kepada seluruh masyarakat Indonesia,” kata Yandri.

 Jadi Pelopor Pembangunan

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menegaskan agar generasi muda menjadi pelopor. Pelopor dalam mengajak generasi muda yang lainnya untuk bersama-sama  bersatu untuk membangun bangsa.

“Ajaklah mereka berpartisipasi aktif dalam pembangunan”, paparnya.

Dengan peran yang dilakukan maka bonus demografi yang tersedia bisa betul-betul dirasakan manfaatnya oleh bangsa Indonesia.

Ia pun mengungkap untuk membangun,  bangsa Indonesia berpedoman pada UUD NRI Tahun 1945 salah satunya pada Pasal 33. Dalam pasal itu diingatkan struktur perekonomian kita pada asas kekeluargaan. Juga dinyatakan cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara

Dari penjelasan ini, Sjarifuddin Hasan menuturkan  negara bisa melakukan intervensi  pada perekonomian. Dicontohkan salah satu intervensi itu misalnya melalui subsidi.

”Jadi kalau ada wacana menghilangkan subsidi, hal demikian bertentangan dengan konstitusi”, paparnya.

Untuk itu disebut pemerintah harus mendorong agar perekonomian kita bisa  meningkat dari tahun ke tahun. “Sehingga bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia sesuai dengan Sila V Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, tegasnya.

Generasi Penerus Potensi

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, Pemerintah tetap berupaya menjadikan Indonesia menjadi negara maju, berdaulat dan berkelanjutan utuk generasi emas 2045.

Hal tersebut dapat terwujud dengan mengoptimalisasikan peran generasi muda melalui kepemimpinan dan pengaruh di tingkat global.

“Saya minta kepada generasi penerus Indonesia, untuk terus menggali potensi dan meningkatkan kompetensi,” tegasnya.

Lebih jauh, Wapres mengajak generasi muda untuk aktif menciptakan terobosan baru dan ikut serta dalam memajukan negeri.

“Lahirkan berbagai inovasi, seraya menjaga nyala semangat berkontribusi membangun negeri,” imbaunya.

Wapres pun berpesan, untuk menjadikan kearifan lokal sebagai modal sosial untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan dunia internasional, termasuk dalam lingkup ASEAN. ( ***)

 

Previous articleRapimnas Partai Golkar Terima Pengunduran Diri Airlangga Hartarto
Next articleInovasi Berkelanjutan, Dyah Retno Lestari Sabet Nakes Teladan